Manusia Manusia Sakti Di Dunia Nyata,Ada Yang Dari Indonesia Loh!

Manusia Manusia Sakti Di Dunia Nyata,Ada Yang Dari Indonesia Loh!

ceritakisahdunia.web.id – Dunia ini banyak macam sifat,kelakuan,kelebihan ataupun kekurangan seorang manusia,namun tidak dipungkiri bahwa di dunia nyata ini ada beberapa orang yang memiliki bakat atau kekuatan khusus melebihi manusia lainnya.Orang-orang yang skeptis mungkin punya cukup alasan untuk membantah keberadaan kekuatan paranormal.Apalagi, menurut definisi, hal-hal berbau supranatural tak bisa dijelaskan dengan hukum-hukum alam. Akan tetapi, cukup sering kita mendengar tentang kemampuan supernatural yang bertolak belakang dengan metode ilmiah.

Misalnya inedia, yaitu kemampuan untuk hidup tanpa makanan yang lazim ada di India,terutama di kalangan penganut sekte-sekte Jain dan Vaishna.Seorang yogi bernama Devraha Baba disebut-sebut hidup selama 700 tahun tanpa makanan padat dan baru meninggal pada 1990.Yang lebih dekat ke masa sekarang adalah Pahlad Jani dari Gujarat yang hidup tanpa makan atau air selama 70 tahun. Ia menjadi bagian penelitian Sterling Hospital di Ahmedabad pada 2003 (selama 10 hari) dan 2010 (selama 15 hari).

Penelitian 2010 mendapat dana dari Organisasi Penelitian Pengembangan Pertahanan India, sehingga hasilnya pun menarik perhatian dunia.Atau mungkin kita ingat Stargate Project oleh CIA, Peneliti Targ dan Edwin May pun tetap yakin bahwa persepsi luar indra adalah hal nyata.

Misalnya, pengujian terhadap tabib wanita Rusia bernama Djuna Davitashvili yang berhasil meramalkan keberadaan seseorang di San Francisco dalam dua jam ke muka walaupun ia sendiri berada di Moskow.

CIA belakangan menolak temuan-temuan Stargate Project dan menganggapnya tidak berguna atau bahkan palsu. Akan tetapi, kesuksesan Davitashvili diulangi di tempat lain.berikut adalah beberapa kisah supernatural yang mengundang penasaran:

Tadashi Kanzawa

tandashi kazawa

Tadashi Kanzawa dikenal bisa menenangkan hewan dari kejauhan yang diakuinya dilakukan dengan memancarkan chi, yang dalam ilmu bela diri dikenal sebagai tenaga dalam.Hal itu dilakukan terhadap berbagai spesies, mulai dari gajah, kanguru, berang-berang, tikus loncat, kerumunan domba, dan bahkan seekor harimau Bengal.

Suatu kali, di hadapan beberapa pakar, Kanzawa menyebabkan sekelompok kecil bison berbaring. Padahal, bison jarang berbaring ketika ada manusia di dekatnya.Ia juga pernah mendorong jatuh alpaca (llama) dalam satu kandang, termasuk seekor betina dominan (alpha female) di siang hari. Menurut pemilik hewan-hewan, hal itu sangat jarang terjadi.

Setahun kemudian, melalui blog, pemilik hewan-hewan menambahkan bahwa Kanzawa juga menggunakan chi untuk menyembuhkan hewan sakit yang tidak bergerak, makan, atau menanggapi penyembuhan biasa.Walau beberapa hal yang dilakukannya seakan tipuan, Kanzawa seakan dipandang sebagai pakar di Jepang dan ada beberapa buku yang ditulisnya.

Menurutnya, kemampuan itu datang mendadak ketika ia sedang tidur dan merasa ada kejutan-kejutan kuat yang mengguncang seluruh tubuhnya.

 

Gomchen Asal Lachen

Gomchen Asal Lachen

Gomchen berarti “pertapa agung”. Seorang gomchen dari Lachen ini tinggal di sebuah gua pegunungan Himalaya pada ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut, dekat perbatasan dengan Tibet.Ia jarang bertemu orang lain, tapi kisahnya yang mampu terbang dan mengusir setan telah menarik perhatian pihak luar, termasuk seorang penjelajah wanita Prancis bernama Alexandra David-Néel.

David-Néel melakukan perjalanan berbahaya untuk menemui sang pertapa secara langsung, terutama untuk mempelajari mistisisme dan praktik perdukunan kuno Tibet.Ia setuju belajar selama tiga tahun bersama sang gomchen, termasuk mempelajari tumo yang berarti “seni menghangatkan diri tanpa api di salju”.

Ia menuliskan bahwa kemampuan melakukan tumo diukur berdasarkan jumlah lembaran kain basah yang bisa dikeringkan ketika menempel di kulit murid baru yang bergadang di luar ruang.Yang menarik, beberapa penelitian terhadap para rahib Indo-Tibet pada 1989, 2002, dan 2013 telah menegaskan adanya kemampuan tersebut.

 

Maharishi Mahesh Yogi & Tirumalai Krishnamacharya

Maharishi Mahesh Yogi

Maharishi Mahesh Yogi paling dikenal melalui gerakan Transcendental Meditation (TM). Ia juga mengaku mengajar “yoga terbang” sebagai bagian dari program TM-Sidhi tiga tingkat.

Para murid yang paling mahir disebut-sebut bisa melayang sesukanya dan kembali ke permukaan. Akan tetapi, semua muridnya ternyata hanya belajar melompat-lompat dalam posisi bersila bak bunga teratai.

Yang lebih menarik adalah “Dampak Maharishi” ketika pertama kalinya diamati pada 1976. Dalam fenomena ini, terjadi penurunan angka kejahatan suatu daerah yang lebih dari 1 persen warganya ikut dalam TM.Salah satu penelitian, misalnya yang dilakukan di Washington DC pada 1993, mengungkapkan korelasi kuat antara praktik TM oleh 4000 warga dan 23,3 persen penurunan angka kejahatan di kota. Korelasi seperti itu hanya ada dua di antara 1 miliar kejadian.

Sementara itu, Tirumalai Krishnamacharya yang dijuluki “bapak yoga modern” karena memisahkan unsur agama dari yoga, pada 1930-an pernah memeragakan menghentikan jantungnya selama 1 menit di hadapan para tamu raja Mysore. Beberapa dokter hadir untuk melakukan pemantauan.

Orang yang tak percaya menuduh ia mengempit lemon pada ketiaknya agar menekan nadi sehingga menghentikan jantung. Akan tetapi, para dokter yang memantau berada di sampingnya sambil memasang stetoskop.Sepanjang usia yang mencapai 101, ia telah menunjukkan kemampuan-kemampuan gaib termasuk menghentikan laju mobil dengan menggunakan tangan dan mengangkat beban dengan gigi-gigi.

Demikian juga dengan Yogi Satyamurti yang menghentikan detak jantungnya selama enam hari sambil dipantau menggunakan ECG saat warga Udaipur itu telah berusia 60 tahun.

Baca juga:

 

 

Joseph dari Cupertino

Joseph dari Cupertino

Joseph dari Cupertino adalah seorang biarawan mistis pada Abad ke-17 dan dikenal juga sebagai “Biarawan Terbang”. Ia sering terlihat melayang antar gereja dan mengambang di atas pohon.Fenomena itu menarik banyak orang dan diduga menjadi tanggapan tak sengaja terhadap pengangkatan religius yang biasanya diawali dengan isakan atau jeritan.

Dalam suatu kejadian, ketika seorang ahli bedah sedang membakar luka pada pahanya, Joseph disebut-sebut sangat kesurupan dan mengambang beberapa sentimeter dari kursinya. Dikisahkan juga adanya seekor lalat yang mendarat pada bola matanya.

Di permukaan, sepertinya tidak banyak alasan untuk percaya kisah ini karena keadaan mengambang (levitation) merupakan tipuan lazim dan disukai para pelaku pertunjukan jalanan di seluruh dunia.

Akan tetapi, ada beberapa perincian yang membedakan kasus ini. Kemampuan Joseph dikuatkan oleh 150 kardinal, dokter, dan para prajurit dalam rentang waktu 35 tahun dan semuanya membenarkan bahwa lilin tidak berkedip ketika ia melintas.

Apalagi ada motivasi gereja untuk mencegah mujizat palsu sehingga pihak gereja berusaha keras membantah kisah Joseph agar tidak dipermalukan seandainya terbukti palsu.Tidak ada yang bisa memastikan apakah Joseph memang terbang, tapi bukti yang ada telah cukup bagi Paus Benediktus XIV yang dikenal ketat dan teliti memeriksa mukjizat-mukjizat.

 

John Chang Dari Surabaya,Indonesia

john chang asal surabaya

Seorang mistis dari Indonesia bernama John Chang, yang dikenal juga sebagai Dynamo Jack atau Majusi Jawa, amat dikenal di kalangan praktisi neigong.

Ia ditemukan pada 1980-an oleh seorang awak film di Surabaya dan mengaku menggunakan chi sebagai sarana untuk menyembuhkan orang. Chi itu dialirkan melalui dua tangannya ke dalam tubuh pasien dalam bentuk kejutan listrik.Dengan kemampuan chi menurut yin dan yang, ia juga diduga mampu mendorong atau menarik dari kejauhan, menghentikan tembakan peluru senapan angin dengan tangan, dan bahkan membakar sesuatu dengan tangan kosong.

Beberapa tahun setelah pertemuan pertama, awak film yang dimaksud kembali mengunjungi Chang bersama dengan sekelompok dokter yang skeptis.Setelah demonstrasi kejut-kejut dari chi, mereka memeriksa seluruh tubuhnya dengan alat deteksi logam untuk mencari perangkat tersembunyi dan tidak berhasil menemukan apapun.

Chang menjelaskan sesudahnya, yaitu bahwa chi tidak terbaca karena keberadaanya bukanlah dalam bentuk listrik. Yang jelas, tim peneliti gagal menemukan bukti pemalsuan apapun.Konon kabarnya, John Chang kaget dengan ketenarannya di Barat. Kemudian, ia menghilang begitu saja dan tak ada kabarnya.

 

 

Kisah Nyata Dari Negeri Ginseng,Manusia Dikubur Hidup Hidup

Kisah Nyata Dari Negeri Ginseng,Manusia Dikubur Hidup Hidup

ceritakisahdunia.web.id – Cerita manusia yang dikubur hidup-hidup untuk sebuah ritual baik itu pemakaman atau pembangunan suatu bangunan,bukanlah cerita dongeng atau isapan jempol belaka.Di Korea Selatan ditemukan dua kerangka dari abad kelima. Kerangka itu berada di bawah dinding-dinding Wolseong, atau Kastil Bulan, di Gyeongju, ibu kota bekas kerajaan Silla.

“Ini adalah bukti arkeologi pertama bahwa cerita rakyat tentang manusia yang dikorbankan untuk fondasi bangunan, jembatan atau dinding adalah kisah nyata,” kata Choi Moon-Jung, juru bicara Institut Penelitian Warisan Budaya Nasional Gyeongju (Gyeongju National Research Institute of Cultural Heritage/GNRICH) kepada AFP.

Penguburan korban hidup-hidup bersama raja yang meninggal untuk melayani mereka di alam baka sudah terkenal dalam budaya kuno Korea. Bagaimana korban Wolseong dibunuh masih belum jelas dan penelitian lebih lanjut sedang dilakukan, tetapi tampaknya mereka tidak dikubur hidup-hidup.

“Menilai dari fakta bahwa tidak ada tanda-tanda perlawanan ketika mereka dikubur, mereka pasti sudah dikubur ketika mereka tidak sadar,” ungkap peneliti senior Park Yoon-Jung.

“Cerita rakyat menunjukkan manusia dikorbankan untuk menenangkan para dewa dan memohon kepada mereka untuk memastikan struktur yang dibangun bertahan lama.”

Baca juga:

 

Kedua kerangka tumbal itu ditemukan saling berdampingan di bawah sudut barat dinding tanah dan batu kastil, satu menghadap ke atas, dan yang lain menghadapkan wajah dan tangannya sedikit ke arah yang pertama. Kerajaan Silla adalah satu dari tiga yang muncul di semenanjung Korea pada milenium pertama, yang akhirnya menaklukkan dua kerajaan lainnya untuk menyatukan wilayah tahun 668, sebelum kemudian berpisah kembali.

Artefak-artefak selama periode itu meliputi beberapa kekayaan budaya Korea yang paling bernilai dan situs sejarah Gyeongju merupakan salah satu tujuan wisata utama.Pemeriksaan DNA dan yang lainnya sedang dilakukan pada sisa-sisa kerangka itu untuk menentukan karakter fisik, kesehatan, diet dan atribusi genetiknya.

Temuan lainnya meliputi tablet prasasti serta patung-patung manusia dan binatang dalam ukuran kecil, termasuk satu yang mengenakan turban dan pakaian serupa dengan yang dikenakan pada masa peradaban Sogdiana di Asia Tengah.

Kisah Michael Peter Fomenko,Si Tarzan Dalam Dunia Nyata

Kisah Michael Peter Fomenko,Si Tarzan Dalam Dunia Nyata

ceritakisahdunia.web.id – Jika anda pernah menonton film tentang Tarzan,tentunya tokoh tersebut disebut fiksi atau hanyalah dongeng untuk anak-anak yang dibuat filmnya,namun jangan salah,ternyata di dunia nyata hal tersebut ada terjadi. Ya,dialah Michael Peter Fomenko traveler asal Australia yang satu ini bak cerita dalam film Tarzan.Michael Peter Fomenko, menjauhkan diri dari kehidupan perkotaan dan tinggal di hutan selama 60 tahun hingga dijuluki sebagai Tarzan.

Fomenko yang kini berusia 84 tahun lama bermukim di hutan Queensland, Australia dan sempat traveling menyusuri lautan dengan kano. Kisah petualangan hidup Fomenko yang unik tak ayal membuat berbagai media tertarik untuk memberitakannya.

Dilansir dari Dailymail,kabarnya Fomenko adalah putra dari seorang Putri Rusia Elizabeth Machabelli. Karena situasi di Georgia pada waktu itu sedang tidak aman, Fomenko dan keluarganya mengungsi ke Jepang pada akhir 1930-an.Namun karena Jepang juga terlibat peperangan dengan China beberapa tahun kemudian,keluarga mereka kembali hijrah ke Sydney, Australia.

Merasa terasingkan karena masalah bahasa dan statusnya sebagai pengungsi, Fomenko mulai menyingkir dari kehidupan modern. Ia menyukai puisi terkenal The Odyssey dan terinspirasi untuk menyendiri di hutan seperti pertapa.

Saat usianya 24 tahun, Fomenko pun akhirnya kabur dari rumah keluarganya di Sydney untuk tinggal di hutan Queensland. Meski awalnya sulit, lama-kelamaan Fomenko bisa beradaptasi dengan kehidupan keras di alam liar.

Baca juga:

Ada yang mengatakan, pria itu sangat tangguh hingga mampu membunuh buaya serta binatang lainnya dengan tangan kosong. Fomenko bahkan dikabarkan pernah mengarungi lautan seorang diri menggunakan kano hingga ke perairan Merauke di Indonesia.

Walau tampak bebas dan menyenangkan, kehidupan Fomenko di alam liar tentu tak semudah yang dibayangkan. Pria ini pernah kelaparan di hutan hingga ditolong oleh Suku Aborigin. Pada tahun 1964, Fomenko juga pernah ditangkap polisi lantaran dianggap gelandangan dan tidak normal. Ia pun dibawa ke rumah sakit jiwa.

Setelah dibebaskan, Fomenko kembali tinggal di alam liar bersama Suku Aborigin hingga tahun 2012. Kala itu, ia ingin bertemu keluarganya di Sydney. Fomenko yang dalam kondisi sakit, memaksa diri untuk berjalan kaki dari hutan Queensland ke Sydney.

Beruntung, akhirnya Fomenko ditemukan oleh seorang dokter yang merawat dan mengantarkannya ke panti jompo. Kini Fomenko menemukan lingkungan baru yang nyaman di sana. Ia bahkan dilaporkan tak pernah lagi kembali ke hutan.