Nikmatilah Setiap Gigitan

Nikmatilah Setiap Gigitan

Nikmatilah Setiap Gigitan – Lili dan Sari bertemu lagi setelah sekian lama berpisah. Mereka melepas kerinduan sambil menceritakan kondisinya masing-masing.

“ALHAMDULILLAH anakku sudah tiga, cewek semua. Anakmu berapa Sar…?

“Anakku empat…Dua cowok dan dua cewek…Wah anakku nakal-nakal Lil…! Susah diatur…Suamimu kerja di mana Lil…?”

“Aku dan suamiku buka usaha bersama jual kue, lumayan kecil-kecilan…”

“Wah enak kamu ya…Suamiku kerja di sebuah perusahaan pengeboran minyak. Sejak naik jabatan dia sangat sibuk, pergi pagi pulang malam. Kami jadi jarang bisa bersama…”

Sepanjang obrolan Sari selalu mengeluhkan kondisi hidupnya, padahal dalam banyak hal sebenarnya dia lebih baik dari Lili. Mulai masalah keluarga, ekonomi, lingkungan, sampai masalah negara, seakan-akan hidup Sari penuh dengan penderitaan.

“Lil…Kok hidupmu bahagia banget ya…? Bagi dong resepnya bisa bahagia gitu…?”

Lili tersenyum mendengar pertanyaan sahabatnya.“Besok pagi kalau kamu ada waktu kuundang ke rumahku…Akan kubuatkan kue cake pisang kesukaanmu. Besok akan aku bagi resep yang kamu minta itu.” Lili menyodorkan kartu nama kepada Sari.

Baca Juga :

“Asyiiik…Gak merepotkan khan…? Oke sampai bertemu besok”

Pagi-pagi Sari sudah sampai di rumah Lili yang sederhana dan ukurannya setengah luas rumah Sari, tapi terasa penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Lili mengeluarkan sepiring kue cake pisang kesukaan Sari.
“Sejak dulu kamu memang pintar masak Lil…” Sari lahap menyantap sepotong demi sepotong kue kesukaannya.

Setelah habis beberapa potong Lili menghentikan Sari “Stop dulu Sar…!” Tangan Sari yang memegang kue terhenti. “Sari…Coba sekarang kamu makan kue-kue itu pelan-pelan. Pejamkan matamu, dan nikmati kue itu dengan mengunyah pelan-pelan. Setiap gigitan bayangkan bahwa itu gigitan terakhir, seakan kamu tidak akan bertemu kue itu lagi…” Meskipun agak bingung dan ragu Sari menuruti perintah Lili.

“Bagaimana…? Terasa lebih nikmat khan?”

“Iya sich…Eh iya bener Lil…Terasa lebih nikmat…”

Lili tersenyum memandang sahabatnya yang tampak begitu menikmati kue cake pisang, merasa sangat bahagia bisa membahagiakan sahabatnya.

“Itulah resep bahagiaku Sar…”

Sari menghentikan makannya, terdiam memandang Lili, menunggu kata-kata selanjutnya.

Lili melanjutkan.“Seperti menikmati setiap gigitan kue aku dan suamiku selalu berusaha menikmati setiap moment hidup ini, sekecil-kecilnya. Dengan cara itu hidup kami jadi penuh rasa syukur. Rasa syukur itulah sumber kebahagiaan…Aku berharap kamu mau melakukan apa yang kami lakukan…Aku sangat ingin kamu bisa selalu bahagia…Kamu pasti sepakat denganku, bahwa secara duniawi kamu lebih baik dariku. Kamu memiliki anak laki-laki, sedangkan aku tidak. Penghasilan suamimu sangat besar, jauh lebih besar dari penghasilan keluarga kami. Seharusnya kamu bisa jauh lebih bahagia dari kami, dan aku yakin kamu bisa…”

Sari terharu, dia memeluk Lili, matanya berkaca-kaca…”Terima kasih Lil…Kamu benar-benar sahabatku yang terbaik…”

Nikmati setiap gigit makanan, suap demi suap. Mengabaikan kenikmatan kecil yang menyebabkan sulit bersyukur.

Hidup efektif dan bahagia. Tanpa rasa syukur mustahil bahagia

Sepiring Es Krim

Sepiring Es Krim

Sepiring Es Krim – Pada suatu hari, ketika semangkuk es krim sundae lebih murah, seorang anak berusia 10 tahun memasuki sebuah kedai kopi dan duduk di meja. Seorang pelayan menaruh segelas air di depannya.

“Berapa harga untuk semangkuk es krim sundae?”

“50 sen,” jawab si pelayan.

Anak kecil itu menarik tangannya keluar dari saku dan menghitung sejumlah koin di dalamnya.

“Berapa harga untuk semangkuk es krim plain?” Anak itu bertanya lagi. Beberapa orang sekarang menunggu untuk mendapatkan meja dan pelayan mulai sedikit tidak sabar.

“35 sen..!” kata pelayan tersebut dengan kasar.

Anak kecil tersebut menghitung koin lagi, dan akhirnya mengatakan “Saya ingin membeli semangkuk es krim plain,” katanya.

Pelayan membawakan es krim pesanan anak tersebut, meletakkan tagihan di atas meja dan berjalan pergi meninggalkan si anak. Setelah anak itu selesai memakan es krim, ia membayarnya di kasir dan pulang.

Baca Juga :

Ketika si pelayan datang kembali untuk membersihkan meja, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludah karena apa yang dia lihat. Di meja tersebut, ditempatkan rapi di samping piring kosong, koin senilai 15 sen, tip untuk si pelayan dari anak yang tadi dia anggap menyebalkan.

Jadi hikmah yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah : Jangan menganggap remeh atau memandang rendah orang lain, karena bisa jadi orang tersebut yang justru akan membantu anda ketika anda mengalami sebuah kesulitan.

Berani Berganti - NOKIA

Berani Berganti – NOKIA

Berani Berganti – NOKIA – Pada konperensi pers yang diadakan untuk mengumumkan secara resmi mundurnya Nokia dari panggung bisnis perangkat telekomunikasi dan menyampaikan bahwa Nokia telah diakuisisi Microsof, CEO Nokia saat itu, Jorma Ollila menyampaikan pernyataan terakhirnya, “Kami (Nokia) tidak melakukan sesuatu kesalahan, tetapi saya tidak mengerti mengapa kami (Nokia) kalah.”
Ia tidak dapat menahan air matanya. Juga eksekutif Nokia lainnya tidak tahan untuk tidak menitikkan air mata.

Selama puluhan tahun Nokia berjaya dan menjadi perusahaan yang mengagumkan karena mampu menguasai bisnis perangkat telekomunikasi dunia. Nokia sudah menorehkan kejayaan dalam sejarah, tetapi mengapa tidak dapat bertahan ?
Nokia mungkin tidak melakukan kesalahan yang membuatnya kalah, tetapi Nokia tidak dapat menyesuaikan terhadap perubahan dunia yang sangat cepat. Terlena dalam kejayaannya, Nokia tidak belajar dari sekelilingnya. Pemain-pemain baru masuk dengan menawarkan inovasi-inovasi baru yang segar dan menarik. Konsumen berubah cara pandang, berubah gaya hidup, berubah kebutuhan. Dunia berubah sangat cepat, sementara Nokia tidak dapat berlari mengejar.

Tidak mampu berubah cepat mengikuti tuntutan jaman, akhirnya kehilangan banyak kesempatan. Kehilangan kesempatan untuk memenangkan hati konsumen, kehilangan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan besar, dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk mampu bertahan dalam perang bisnis perangkat telekomunikasi. Sisa-sisa kejayaan Nokia masih melekat dalam benak generasi lama, sementara generasi muda sekarang ini tidak lagi mengenal Nokia.

Baca Juga :

Renungan

Setiap orang suka atau tidak, sesungguhnya pasti mengalami perubahan dalam hidupnya. Dari bayi yang hanya dapat menangis bertumbuh menjadi anak, kemudian mengalami masa pubertas remaja, beranjak dewasa, menikah, memiliki anak, menjadi tua dan akhirnya kembali menghadap Sang Pencipta. Sesungguhnya Tuhan mengaruniakan kepada setiap orang naluri alamiah dan kemampuan untuk segera beradaptasi terhadap perubahan. Jadi, sesungguhnya tidak alasan bagi kita untuk takut akan perubahan.

Anak bayi dan anak yang masih kecil cenderung lebih mudah untuk beradaptasi terhadap perubahan karena ia masih lebih mengandalkan naluri alamiahnya. Semakin bertambah umur, logika dan pikiran membuat orang lebih sulit berubah.
Terkadang, semakin pintar seseorang semakin sulit untuk berubah, karena semakin banyak yang dipertimbangkan. Logika berpikir terkadang memunculkan perasaan kuatir dan takut, sehingga enggan berubah karena tidak ingin keluar dari zona nyaman atau tidak berani mengambil resiko yang mungkin akan timbul,

Berani berubah terkadang sangat dekat sekali dengan nekad. Tetapi seharusnya tidak demikian. Berani berubah berarti berani untuk mengambil kesempatan meski ada resiko yang akan timbul.

Berani berubah tidak hanya semata melihat diri sendiri, tetapi juga melihat perkembangan sekitar, sadar lingkungan.

Salah Anggap

Salah Anggap

Salah Anggap – Seorang gadis muda sedang duduk menunggu penerbangannya, di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk. Karena harus menunggu berjam-jam, ia memutukan untuk membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya. Ia juga membeli sebungkus kue kering. Kemudian ia duduk di sebuah kursi bersandaran tangan di ruang VIP bandara tersebut dan mulai membaca

Sambil membaca, si gadis mengambil kue yang terletak di sandaran tangan kursi tersebut. Ketika ia mengambil kue pertama, seorang laki-laki yang duduk di kursi sebelahnya juga turut mengambil. Si gadis merasa kesal, tetapi tidak berkata apa-apa. Ia hanya berpikir dalam hatinya, “Lancang benar laki-laki ini. Tidak sopan, berani sekali mengambil kue milik orang lain tanpa permisi !”

Untuk setiap kue yang diambil gadis itu, laki-laki di sampingnya turut mengambil satu. Si gadi semakin marah, tetapi tidak berkata apa-apa karena tidak ingin membuat kegaduhan si ruangan tersebut.

Ketika tinggal satu kue yang tersisa, si gadis berpikir, “Apa yang akan dilakukan laki-laki tidak sopan ini ?”

Laki-laki itu mengambil kue yang tersisa, dan membaginya dua, kemudian memberikannya separuh kepada gadis itu.

“Benar-benar keterlaluan, tidak tahu sopan santun !”
Dengan marah si gadis menutup bukunya dan segera berdiri.

Pesawat boarding, si gadis segera membawa barang-barangnya menjauh dari laki-laki itu.
Sampai di pesawat, ia menyimpan kopernya di tempat penyimpanan dan segera duduk di kursinya. Ia mematikan telepon genggamnya dan memasukkan ke dalam tas.
Alangkah terkejutnya ia ketika ia melihat sebungkus kue kering masih rapi tersimpan di dalam tasnya, kemasan masih dalam keadaan tertutup, tidak kurang sedikit pun.

Baca Juga :

Betapa malunya gadis itu, ia segera menyadari kesalahannya. Ia lupa kalau ia tidak mengeluarkan dan tidak membuka kue itu sama sekali. Kue yang ia makan tadi ternyata adalah kue laki-laki yang ia anggap tidak sopan, yang kepadanya sang gadis merasa kesal dan marah.

Laki-laki tadi membagi kue kepadanya tanpa merasa marah dan kesal. Beda sekali dengan sang gadis yang merasa marah karena terpaksa harus berbagi. Tetapi sayangnya si gadis tidak dapat meminta maaf kepada laki-laki itu. Mereka tidak berada di penerbangan yang sama.

Renungan.

Terlalu mudah kita berprasangka buruk terhadap seseorang. Seringkali kita tidak melihat lebih dalam alasan seseorang melakukan sesuatu karena sudah dipengaruhi prasangka buruk itu

Ada 3 hal yang tidak dapat kembali
1. Seperti batu yang dilontarkan, kata-kata yang sudah terucap tidak dapat ditarik kembali
2. Waktu yang sudah berlalu tidak dapat kembali
3. Kesempatan yang hilang tidak dapat diulang kembali. Mungkin ada kesempatan-kesempatan lain, tetapi tidak akan persis sama seperti yang sudah hilang

Marilah menggunakan kata-kata dengan baik, karena kata-kata dapat lebih tajam dari pisau yang dapat merobek-robek hati dan perasaan seseorang
Marilah menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, bagi keluarga, sahabat, lingkungan dan sekeliling kita. Supaya waktu yang berlalu tidak sia-sia dan tidak ada penyesalan yang muncul kemudian hari.
Marilah bijak untuk melihat dan mengangkap kesempatan di depan, karena kita tidak tahu kapan lagi kesempatan baik akan datang, apakah lebih baik atau tidak akan muncul lagi.

Paku Yang Tertancap

Paku Yang Tertancap

Paku Yang Tertancap – Ini adalah kisah tentang seorang bapak yang memiliki anak yang memiliki sifat pemarah. Bahkan untuk hal-hal sepele, si anak mudah sekali terpancing amarahnya, tidak memandang tempat, waktu dan kepada setiap orang. Sang anak tidak lagi memiliki teman, tetangga mereka banyak yang mengeluh akan sifat anak tersebut.

Sang ayah sangat mengkhawatirkan sifat sang anak yang kian hari semakin bertambah mudah marah, dan terus berpikir bagaimana cara mengubah sifat buruk anaknya tersebut.

Suatu malam, sang ayah berbicara berdua dengan anaknya. Ia meminta anaknya untuk berjanji mau melakukan sesuatu untuknya. Setelah membujuk dan meminta dengan sangat sulit, akhirnya sang anak bersedia mengikuti keinginan sang ayah.

Inilah permintaan sang ayah : Setiap kali anaknya marah, ia harus mengambil paku dan menancapkannya ke sebuat papan di belakang rumah mereka.

Keesokan hari, sang anak mulai melakukan permintaan ayahnya. Ia menancapkan paku setiap kali ia marah. Banyak sekali paku yang tertancap. Ayah dan sang anak kaget, menyadari jumlah paku yang tertancap berarti sebegitu seringnya sang anak marah.

Esok harinya sang anak mencoba menahan kemarahan, tetapi masih belum berkurang.
Hari demi hari berlalu, sang anak belajar menahan kemarahan untuk dapat mengurangi jumlah paku yang tertancap di papan. Bukan hal yang mudah bagi si anak, tetapi ia berusaha untuk mengurangi jumlah paku yang tertancap.

Suatu hari, sang anak berhasil menahan amarahnya, hari itu tidak ada satu pun paku yang harus ditancapkan olehnya. Dengan gembira sang anak berlari dan menceritakan hal tersebut kepada ayahnya. Bukannya pujian yang didapat, sang ayah malah memberi satu lagi permintaan. Hampir saja sang anak meledak amarahnya, karena kecewa ayahnya tidak merasa senang. Tetapi ia berhasil menahan amarahnya, karena tidak ingin merusak kegembiraannya karena hari itu tidak ada paku yang ditancapkannya.

Inilah permintaan kedua sang ayah : Setiap kali sang anak merasa gembira, maka sang anak harus mencabut paku yang ditancapkannya itu.

Sang anak mulai melakukan permintaan ayahnya. Perlahan-lahan paku-paku yang tadinya tertancap di papan pun dicabuti satu demi satu, seiring dengan kegembiraan dan kebahagiaan yang dirasakan si anak.

Akhirnya semua paku berhasil dicabut.

Dengan gembira sang anak menceritakan kepada ayahnya bahwa sudah tidak ada lagi paku yang tertancap di papan. Kali ini ayahnya memeluknya dengan air mata berkaca-kaca, dan berkata kepada sang anak,

Baca Juga :

“Masih ingatkah kamu ketika dulu sering marah, berapa banyak paku yang tertancap di papan di belakang rumah kita ?”

Sang anak mengangguk.

“Sekarang paku-paku itu sudah tidak ada lagi pada papan itu, karena kamu tidak lagi marah dan berubah menjadi anak yang gembira. Sekarang, apa yang kamu lihat pada papan itu ?” kata ayahnya meminta anaknya untuk melihat papan yang sudah tidak ada pakunya lagi itu.

“Banyak lubang bekas paku di papan itu,” kata sang anak.

“Betul, anakku. Ada begitu banyak lubang yang masih tersisa di papan itu, meski pakunya sudah tidak ada lagi. Demikian jugalah yang terjadi ketika kamu marah, kamu melukai hati orang lain. Meski kemudian kamu menyesali perbuatanmu itu dan meminta maaf, bekas luka hati itu tidak akan pernah kamu hapus sepanjang hidupnya. Mungkin luka itu sudah tidak lagi perih, itu tandanya ia memaafkanmu. Tetapi bekasnya tetap tersisa. Karenanya, jagalah kata-katamu, jagalah sikapmu agar tidak melukai perasaan hati orang lain. “

Kesimpulan :

Setiap orang dapat dengan mudah menjadi marah. Tetapi marah kepada orang yang tepat, dengan tingkat kemarahan yang sesuai, pada waktu yang tepat dan dengan tujuan yang benar dan dengan cara yang sesuai, tidak semua orang dapat melakukannya dengan mudah

Kisah Nick Vujicic

Kisah Nick Vujicic

ceritakisahdunia.web.id – Datang ke dunia dengan keadaan yang tidak sempurna. Tanpa kedua tangan dan Kaki cuma sekutil. yang di sapa hangat dengan nama Nick Vijicic. keLahir Melbourne, 4 Desember 1982.

Hati orang tua mana yang tidak gundah gulana. Melahirkan dan membesarkan bayi yang baru “ separuh” jadi. Tapi anak adalah titipan Tuhan. Apapun adanya. Separuh atau seutuhnya, harus dibesarkan, meski dengan sejuta pertanyaan tanpa jawab. Begitulah tekad kedua orang tua Nick.

Bertahun-tahun sesudahnya, pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban itu juga berkecamuk di kepala sang anak dan bermimpi semua bisa berubah. Tapi semakin dia berharap, semakin dalam depresi jiwanya. Dan lama-lama itu akan merusak tubuh yang cuma “ separuh” itu. Jalan keluar satu-satunya adalah ikhlas. Terima kenyataan.

Beruntung Nick bisa menerima kenyataan itu. Dan bertekad memulai hidup, meski dari titik minus. Minus kaki. Minus tangan. Susah payah berlatih berjalan. Jatuh berulang kali. Bangun berkali-kali. Belajar merebahkan badan di kasur. Menaruh pantat di kursi. Membaca. Menulis. Agar bisa mandiri.

Dan untuk semua upaya itu, dia tidak hanya didukung kedua orang tua dan dua adiknya yang lahir normal, tapi juga dicurahkan cinta yang luar biasa. “ Pada mulanya sangat sulit bagi mereka. Tetapi mereka melakukan yang terbaik untuk membuat saya mandiri,” kisah Nick tentang dukungan keluarganya itu.

Nick mengisahkan bagaimana sang ayah, menciptakan keberaniannya berenang. “ Ayah meletakkan saya di dalam air pada usia 18 bulan, sehingga memberikan saya keberanian untuk berenang.” Di tempa sang ayah, Nick tumbuh menjadi anak pemberani dan bertekad kuat.

Pada usia 17 tahun, dia membangun organisasi non-profit Life Without Limbs untuk anak-anak penyandang disabilitas. Organisasi ini merupakan komunitas yang saling berbagi pengalaman, harapan, cinta dan sejumlah kiat sederhana menghadapi dunia yang serba susah.

Baca juga :

Meski cuma separuh badan, otak Nick terhitung cemerlang. Dia berhasil lulus dari Griffith University pada usia 21 tahun. Meraih dua gelar pada dua jurusan sekaligus: akuntansi dan perencanaan keuangan.

Pada usia 19 tahun, Nick sudah mulai berbicara di hadapan khayalak ramai. Membagi kisah deritanya. Membagi kiat. Membangunkan mereka yang genap tubuhnya, tapi cuma separuh jiwanya atau semangat yang hampir tamat. Di seluruh dunia, begitu banyak orang, yang menemukan hidup dari kata-kata orang cacat ini.

Berbekal kemampuan membangkitkan semangat itu, Nick sudah diundang ke 54 negara. Sudah bicara di depan tiga juta orang. Dia memberikan motivasi dan inspirasi di hadapan para eksekutif, pegawai kantor, masyarakat umum, para remaja dan anak sekolah.

Kata-katanya sakti. Aksinya juga menghibur. Bicara di depan ratusan anak sekolah, misalnya, Nick harus menaruh tubuhnya di atas meja. Anak-anak yang tekun menyimak itu, terperanjat alang kelapang lantaran Nick tiba-tiba melompat ke lantai. Silahkan membayangkan, separuh badan melompat dari meja. Anak-anak sekolah itu kemudian tertawa sembari berurai air mata, lantaran Nick beraksi sembari berkelakar.

“ Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya,” tegas Nick.

Dia juga telah merampungkan buku pertamanya bertajuk Life Without Limits: Inspiration for a Ridiculously Good Life pada tahun 2010 serta memasarkan video motivasinya yang berjudul ” Life’s Greater Purpose” dan ” No Arms, No Legs, No Worries!”

Gadis 21 Tahun Berpenghasilan 1 Milyar Setahun Hanya Berbisik Pada Kamera

Gadis 21 Tahun Berpenghasilan 1 Milyar Setahun Hanya Berbisik Pada Kamera

ceritakisahdunia.web.id – Banyak pekerjaan di dunia ini,ada yang menjadi sales,karyawan kantoran,kuli panggul,dan masih banyak lagi,bahkan yang tergolong unik juga ada.namun pernahkah anda mendengar ,jika bekerja hanya berbisik pada kamera saja bisa dibayar 1,1 milyar setahun? Wow,super sekali bukan?

Ya, seiring perkembangan teknologi, tranformasi digital yang tengah berlangsung telah menciptakan banyak variasi pekerjaan yang bisa dibilang unik dan nyeleneh, bahkan sulit dipahami orangtua. Contohnya YouTuber atau profesional gamers.

Di mata orangtua, kedua profesi itu mungkin bukan pekerjaan. Namun di samping itu, penghasilan yang didapatkan tidak main-main, bisa sampai miliaran rupiah.Bukan hanya itu, ada lagi pekerjaan yang tak kalah unik namun berpenghasilan besar. Yaitu berbisik pada kamera

Pekerjaan ini dilakoni oleh seorang mahasiswi asal Cheshire, Inggris, bernama Shophie Michelle. Michelle sudah menjalani profesi tak biasa ini selama beberapa tahun terakhir, dengan penghasilan lebih dari $77.000 atau sekitar Rp 11 miliar dalam setahun.

Keterlibatan Michelle dalam pekerjaan ini berawal pada tahun 2015, saat adik laki-lakinya James didiagnosis tumor otak,Sejak saat itu, adiknya mengalami gangguan tidur karena harus menahan rasa sakit.

Michelle yang tak tega melihat adiknya ‘tersiksa’ lantas mencari cara bagaimana adiknya dapat tidur dengan tenang. Akhirnya ia menemukan terapi alami atau yang lebih dikenal dengan Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR).

Baca juga:

 

ASMR sendiri terdiri atas bunyi-bunyian seperti dari gerakan berulang-ulang seperti memukul-mukul benda tertentu secara konstan atau gesekan pena dengan kertas kala seseorang sedang menulis, bisikan lembut yang melodius, suara gemercik air, bahkan sekadar bunyi orang makan.

Uniknya, ASMR dapat membuat orang yang melihat atau mendengarnya menjadi rileks. Bahkan, visual dan suara ASMR diklaim mampu membantu mengatasi masalah tidur (insomnia) atau stres.

Namun Michelle tak menyangka jika video ASMR yang ia unggah ke saluran YouTube-nya mendapat respon baik dari para pengguna, bahkan komunitas ASMR.

Sejak saat itulah, Michelle mulai aktif membuat video ASMR dan mendapat bayaran.

Perempuan 21 tahun ini mengaku senang, karena pekerjaannya tidak hanya menghasilkan uang namun juga bisa membantu orang dengan depresi dan kecemasan.Kini, subscriber Michelle sudah mencapai 200.000 pengguna.

 

 

Kisah Kebetulan Di Dunia Paling Aneh Tapi Nyata

Kisah Kebetulan Di Dunia Paling Aneh Tapi Nyata

ceritakisahdunia.web.id – Banyak kejadian yang terjadi di dunia ini, bahkan beberapa mungkin bisa digolongkan sangat aneh dan kebetulan hingga diluar akal sehat jika dipikirkan secara logika,sekarang Admin sudah merangkum beberapa kejadian tersebut yang mungkin saja akan membuat anda geleng-geleng kepala saking kebetulan dan anehnya,yuk kita simak dibawah ini:

Kisah Hidup Raja Italia Dengan Pemilik Restoran Yang Mirip

Pada suatu ketika, raja Umberto I dari Italia mengunjungi sebuah restoran kecil bersama seorang Jenderal kepercayaannya. Saat itu sang raja memerintahkan pemilik restoran untuk melayaninya langsung. Dan alangkah kagetnya sang raja bersama para pengunjung restoran yang lain ketika melihat pemilik restoran. Wajahnya sangat mirip dengan raja Umberto I. Setelah keduanya berbincang-bincang, kebetulan demi kebetulan pun terjadi, keduanya ternyata lahir pada tanggal yang sama di kota yang sama, dan sama-sama mempunyai isteri bernama Margarita.Karena persamaan itu keduanya menjadi sahabat baik. Saat pemilik restoran ditembak mati perampok, Raja Umberto I berniat untuk datang memberikan penghormatan terakhir. Sesaat setelah memasuki restoran, Raja Umberto I ditembak mati oleh lawan politiknya sehingga baik sang raja maupun pemilik restoran keduanya mati pada hari yang sama di tempat yang sama pula. Benar-benar kisah kebetulan yang aneh tapi nyata bukan teman.

Versi Nyata Final Destination

pecinta film yang bikin bulu kuduk merinding pasti sudah tidak asing lagi dengan film Final Destination. Film dengan berbagai adegan mengerikan ini bisa dikatakan diilhami oleh kisah nyata seorang pemuda bernama bernama Henry Ziegland. Kisah tersebut bermula ketika Ziegland memutuskan tali pertunangan dengan seorang gadis. Sang gadis yang merasa malu dan kecewa langsung mengakhiri hidupnya. Kakak gadis tersebut pun tidak terima dan membunuh Ziegland dengan menembak kepalanya.

Setelah yakin sasarannya tewas, sang kakak bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Namun aneh tapi nyata, ternyata Ziegland tidak mati, peluru tersebut hanya menyerempet kepalanya dan mengenai pohon besar di halaman rumahnya. Ziegland pun kemudian menjalani hidupnya dengan normal kembali. Sepuluh tahun kemudian, Ziegland memutuskan untuk merobohkan pohon besar itu untuk merenovasi rumah.

Karena pohon tersebut terlalu besar, sebuah gergaji tidaklah cukup untuk merobohkannya, Ziegland memutuskan untuk menggunakan dinamit. Saat dinamit meledak, peluru yang tertancap di pohon besar tersebut melesat kencang menembus kepala Ziegland. Akhirnya peluru yang dulu harusnya bersarang di kepala lelaki ini pun membunuhnya. Benar-benar kisah nyata film Final Destination bukan teman.

Botol Terapung Puluhan Tahun Ditemukan Oleh Kapal Yang Sama

Kejadian kebetulan aneh tapi nyata berikut terjadi pada tahun 2006, seorang nelayan bernama Mark Anderson tengah bekerja menggunakan kapal “Copious” ketika menemukan sebuah surat dalam botol terapung di lautan. Setelah diteliti, surat ini telah 92 tahun mengapung di lautan. Penemuan aneh dan unik ini membuat nama lelaki ini tercatat pada buku Guinness Book fo Record. Hal tersebut membuat dirinya terkenal dan berubah menjadi agak sombong. Dia sering kali membanggakan hasil temuannya tersebut kepada teman-temannya sesama nelayan, termasuk kepada nelayan yang bernama Andrew Leaper.

Enam tahun kemudian, kapal Copious berpindah tangan kepada Leaper yang membelinya dari Anderson. Saat tengah melaut dengan kapal tersebut, kini giliran Leaper yang menemukan pesan dalam botol lain yang setelah diteliti telah mengapung di laut selama 98 tahun. Kini nama Leaper lah yang tercatat di Guinness Book of Record menggantikan kesombongan Mark Anderson. Kebetulan yang sama dengan kapal yang sama tersebut tentunya sangat jarang terjadi.

Baca juga:

 

Kembar Terpisah Yang Mempunyai Jalan Hidup Yang Sama

Kejadian aneh yang menimpa dua orang kembar ini memang di luar logika. James Lewis dan James Springer merupakan saudara kembar yang terpisah sejak dari lahir. Mereka diadopsi oleh dua keluarga yang berbeda. Namun kebetulan aneh mereka alami tanpa disadari. Keduanya sama-sama diberi nama depan James oleh dua keluarga mereka yang berbeda. Keduanya yang tumbuh dewasa di kota yang berbeda sama-sama bekerja sebagai polisi dan menyukai ilmu bela diri.

Kebetulan lainnya adalah mereka berdua sama-sama mahir menggambar dan mempunyai istri dengan nama sama, yaitu Linda. Anak pertama mereka masing-masing diberi nama James Alan dan James Allan yang masing-masing mempunyai anjing yang diberi nama Toy. Sebelum akhirnya kedua kembar ini bertemu kembali 40 tahun setelah berpisah, keduanya sama-sama bercerai dari isteri mereka dan masing-masing menikahi wanita yang anehnya sama-sama bernama Betty.

Buku Jack Frost and Other Stories Yang Hilang Ribuan Kilometer

Anne Parrish adalah seorang penulis novel dan cerita anak terkenal yang lahir di Colorado Springs. Wanita ini telah mendapat tiga kali penghargaan Newberry Medal atas dedikasinya. Suaminya adalah seorang pengusaha sukses bernama Charles Albert Corliss. Tinggal di Claymont, Delaware, Amerika Serikat, keduanya mempunyai hobi yang sama, yaitu membaca buku dan traveling. Saat liburan ke Paris, Anie melihat sebuah buku yang menarik perhatiannya. Buku berjudul Jack Frost and Other Stories tersebut dia dapati di sebuah toko buku bekas.

Buku tersebut merupakan buku kesukaannya ketika masih kecil, namun karena rumahnya sempat dibobol maling buku tersebut ikut menghilang. Anne pun segera membeli buku bekas tersebut dan berniat membawanya pulang ke Amerika. Betapa terkejutnya suaminya saat membuka halaman pertama buku bekas tersebut, dia mendapati tulisan, “Anne Parrish, 209 N. Weber Street, Colorado Springs.”. Itu berarti buku tersebut merupakan buku kesayangannya saat kecil yang sudah hilang sejauh ribuan kilometer.

 

1 2