hantu

Aradale Asylum, Ararat, Australia

Ceritakisahdunia.web.id – Siapa bilang Australia tidak punya tempat yang dianggap seram? Jika Anda berani, datanglah ke Rumah Sakit Jiwa Aradale. Ini adalah rumah sakit jiwa yang tidak aktif, berusia ratusan tahun, dan puluhan ribu pasien meninggal di sana.

Aradale Mental Hospital atau dikenal Ararat Lunatic Asylum berada di kota kecil Ararat di Negara Bagian Victoria, Australia. Rumah sakit jiwa ini merupakan rumah sakit jiwa terbesar di Australia yang tidak terpakai lagi dan dianggap paling menyeramkan di sana. Memangnya, ada apa sih di Rumah Sakit Jiwa Aradale?

Dilongok dari situs resmi Aradale, Senin (12/8/2014) Rumah Sakit Jiwa Aradale sudah dibuka sejak tahun 1865 dan resmi ditutup tahun 1998. Rumah sakit jiwa ini bisa dibilang sebagai suatu komplek, karena total memiliki sekitar 70 bangunan untuk menampung pasien sakit jiwa, dokter dan para staf.

Setiap tahun, Rumah Sakit Jiwa Aradale mampu menampung hingga 900 pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Selama 130 tahun lebih, tercatat sudah 13.000 pasien yang meninggal di sana!

Kini, Rumah Sakit Jiwa Aradale jadi bangunan bersejarah yang dirawat oleh pemerintah setempat. Bangunannya masih terbilang bagus, meski beberapa bagian dalamnya banyak dinding yang catnya sudah terkelupas. Berbagai peralatan dokter juga masih lengkap di sana dan terawat baik. Tapi begitu menjelajahi rumah sakit jiwanya lebih dalam lagi, bulu kuduk dijamin merinding.

Beberapa kejadian mistis sudah banyak dialami traveler yang uji nyali ke Rumah Sakit Jiwa Aradale. Banyak traveler yang mengaku mendengar suara jeritan, tangisan atau suara orang yang tertawa keras di dalamnya. Bahkan, ada juga traveler yang mendengar suara kepala orang yang dibenturkan ke tembok.

Baca juga : Alcatraz, Amerika Serikat

Kisah mistis yang terkenal di sana adalah hantu perawat Kerry. Konon, hantu ini sering menampakan diri kepada traveler dengan wujud perawat perempuan memakai seragam putih. Suhu yang lembab dan pencahayaan yang kurang terang di dalam rumah sakit jiwanya membuat suasana lebih angker nan mencekam!

Bahkan, ada operator tur wisata mistis ke Rumah Sakit Jiwa Aradale, yakni Aradale Ghost Tours. Tur yang ditawarkan adalah mengelilingi rumah sakit jiwa tersebut di malam hari setelah pukul 20.00 waktu setempat selama 2 jam.

Traveler akan dipandu untuk menjelajahi ke berbagai ruangan, dari kamar pasien, dapur, kapel, ruang operasi sampai kamar mayat. Para pemandu juga akan menceritakan aneka kisah-kisah pasien di sana. Anda pun diizinkan berfoto-foto di dalam rumah sakit jiwanya.

Masih belum takut? Cobalah ikut tur bersama Australian Ghost Adventures selama 3 jam. Kalau di tur ini, Anda akan diajak berburu hantu dengan kamera khusus, termometer, pencahayaan inframerah, mikrofon dan alat sensor gerak. Peralatan tersebut akan membuktikan aktivitas-aktivitas hantu di sana.

Kisah Michael Peter Fomenko,Si Tarzan Dalam Dunia Nyata

Kisah Michael Peter Fomenko,Si Tarzan Dalam Dunia Nyata

ceritakisahdunia.web.id – Jika anda pernah menonton film tentang Tarzan,tentunya tokoh tersebut disebut fiksi atau hanyalah dongeng untuk anak-anak yang dibuat filmnya,namun jangan salah,ternyata di dunia nyata hal tersebut ada terjadi. Ya,dialah Michael Peter Fomenko traveler asal Australia yang satu ini bak cerita dalam film Tarzan.Michael Peter Fomenko, menjauhkan diri dari kehidupan perkotaan dan tinggal di hutan selama 60 tahun hingga dijuluki sebagai Tarzan.

Fomenko yang kini berusia 84 tahun lama bermukim di hutan Queensland, Australia dan sempat traveling menyusuri lautan dengan kano. Kisah petualangan hidup Fomenko yang unik tak ayal membuat berbagai media tertarik untuk memberitakannya.

Dilansir dari Dailymail,kabarnya Fomenko adalah putra dari seorang Putri Rusia Elizabeth Machabelli. Karena situasi di Georgia pada waktu itu sedang tidak aman, Fomenko dan keluarganya mengungsi ke Jepang pada akhir 1930-an.Namun karena Jepang juga terlibat peperangan dengan China beberapa tahun kemudian,keluarga mereka kembali hijrah ke Sydney, Australia.

Merasa terasingkan karena masalah bahasa dan statusnya sebagai pengungsi, Fomenko mulai menyingkir dari kehidupan modern. Ia menyukai puisi terkenal The Odyssey dan terinspirasi untuk menyendiri di hutan seperti pertapa.

Saat usianya 24 tahun, Fomenko pun akhirnya kabur dari rumah keluarganya di Sydney untuk tinggal di hutan Queensland. Meski awalnya sulit, lama-kelamaan Fomenko bisa beradaptasi dengan kehidupan keras di alam liar.

Baca juga:

Ada yang mengatakan, pria itu sangat tangguh hingga mampu membunuh buaya serta binatang lainnya dengan tangan kosong. Fomenko bahkan dikabarkan pernah mengarungi lautan seorang diri menggunakan kano hingga ke perairan Merauke di Indonesia.

Walau tampak bebas dan menyenangkan, kehidupan Fomenko di alam liar tentu tak semudah yang dibayangkan. Pria ini pernah kelaparan di hutan hingga ditolong oleh Suku Aborigin. Pada tahun 1964, Fomenko juga pernah ditangkap polisi lantaran dianggap gelandangan dan tidak normal. Ia pun dibawa ke rumah sakit jiwa.

Setelah dibebaskan, Fomenko kembali tinggal di alam liar bersama Suku Aborigin hingga tahun 2012. Kala itu, ia ingin bertemu keluarganya di Sydney. Fomenko yang dalam kondisi sakit, memaksa diri untuk berjalan kaki dari hutan Queensland ke Sydney.

Beruntung, akhirnya Fomenko ditemukan oleh seorang dokter yang merawat dan mengantarkannya ke panti jompo. Kini Fomenko menemukan lingkungan baru yang nyaman di sana. Ia bahkan dilaporkan tak pernah lagi kembali ke hutan.