Kasih Sayang Ayah Untuk Anaknya

Kasih Sayang Ayah Untuk Anaknya

ceritakisahdunia.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Kasih Sayang Ayah Untuk Anaknya Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Kasih Sayang Ayah Untuk Anaknya

Ketika ada yang berkata bahwa rasa kasih sayang tidak akan pernah mati, mungkin akan ada pro dan kontra antara menyetujuinya atau tidak. Namun, melalui kisah yang satu ini bisa di buktikan bahwa rasa kasih sayang dan cinta yang tidak pernah mati itu memang ada dan bisa di wujudkan. Meskipun fakta yang ada, pemilik rasa kasih sayang tersebut saat ini telah meninggal dunia.

Cerita yang satu ini datang dari kisah seorang anak dan ayahnya yang tentu saja memiliki ikatana kasih sayang begitu kuat dalam hidup ini. Selain karena keduanya memang terikat oleh ikatan batin secara naluriah, selama hidupnya pun hari-hari selalu diisi oleh kebersamaan dengan keluarga khususnya sang ayah. Jadi, tidak heran jika kasih sayang tersebut bisa abadi dan bisa dirasakan pula.

Anak yang senantiasa tetap mendapatkan kasih sayang dari sang ayah sekalipun ayahnya telah tiada ini bernama sellers. Saat ayahnya meninggal kala itu dia masih berusia 16 tahun. Sedangkan penyebab meninggalnya sang ayah tidak lain adalah karena penyakit ganas berupa kanker yang sering menjadi momok bagi banyak orang, khususnya yang sudah mengalaminya.

Ketika seseorang sudah di vonis mengidap penyakit kanker, tentu saja sudah ada banyak sekali bayangan kelam yang juga penuh dengan keputusasaaan dalam hidupnya. Pada umumnya, penderita penyakit ini pun akan berakhir dengan kematian karena kanker memang penyakit yang sangat mematikan. Termasuk ayah sellers yang juga penderita pun berfikir demikian.

Dalam kasus ini, sang ayah adalah sosok penyayang yang sangat mencintai keluarganya, termasuk anaknya sellers yang bisa di katakan masih remaja. Oleh karena itu, mengetahui kondisinya yang buruk, tentu saja ayah sellers cukup terpukul dan tidak ingin melihat anaknya kesepian sekaligus kehilangan kasih sayang seorang ayah sepeninggalnya.

Meski demikian, dengan segala cara, sebelum meninggal, ayah sellers berusaha menemukan cara sebaik mungkin sehingga buah hatinya tetap merasa bahwa ayahnya masih ada. Kasih sayang tulus sang ayah yang abadi ini terbukti dan bisa di sarakan secara nyata oleh Sellers karena setiap tahun sepeninggal ayahnya, dia selalu mendapatkan kiriman bunga dari sang ayah.

Bahkan, tidak hanya sebatas bunga saja, dalam kiriman yang masih satu paket sang ayah juga telah mempersiapkan kalimat-kalimat surat yang matang sehingga Sellers bisa benar-benar merasaan kehadirannya. Lalu, bagaimana bisa seseorang yang sudah meninggal mengirimkan bunga pada anaknya di setiap tahun dan tepat pada tanggal ulang tahun sang anak tersebut?

Baca Juga : Kuburan Dunia Yang Bertengkorak Manusia

Singkat cerita, ternyata sebelum meninggal sang ayah memesan dan membayar pemesanan bunga di salah satu toko untuk di berikan pada anaknya setiap hari ulang tahun. Hal ini pun di tepati dengan baik oleh toko bunga tersebut sehingga sellers bisa merasakan kehadiran sang ayah setiap hari ulang tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa kasih sayang bisa tumbuh abadi bagi siapa pun.

Pada hari ulang tahun Sellers yang ke dua puluh satu, yakni setelah 5 tahun kematian sang ayah, ada pesan penting ang di tulis ayahnya untuk sellers. Pesan itu berbunyi bahwa ayahnya aan selalu bersama Sellers sampai kapan pun dan ketika Sellers melihat sekelilingnya, di situlah ayahnya berada. Hal ini tentu akan membuat hati Sellers kuat akan motivasi yang terus datang dari ayahnya.

Bagaimana menurut Anda? Seseorang yang sudah meninggal saja masih bisa dan punya kesempatan untuk menunjukkan kasih sayangnya pada orang yang dia cintai. Tentu saja bagi yang masih punya banyak waktu di dunia jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan yang telah Tuhan berikan. Setiap orang perlu menyadari bahwa kasih sayang harus di berikan secara tulus pada mereka yang berhak.

Keluarga adalah segalanya, maka harus disayangi dan diutamakan selama masih ada kesempatan. Manusia tidak pernah tahu kapan kesempatannya akan habis dan maut akan menjemput. Jika kesempatan hidup dari Tuhan untuk saling menyayangi ini di sia-siakan, besar kemungkinan ketika fisik mulai renta dan maut pun terasa kian dekat, mereka akan menyesal.

Postingan Populer Lainnya