De Javu

Template baruu-Recovered

Ceritakisahdunia.web.id Pernah merasa bahwa pernah mengalami kejadian yang sama sebelumnya padahal tidak pernah sama sekali? Atau mengingat mimpi yang sudah lama terjadi secara tiba-tiba dalam kehidupan nyata? Mungkin yang anda rasakan adalah sebuah perasaan yang normal,itu disebut dengan De Javu. Kali ini kami akan menjelaskan apa yang menjadi penyebab dari De Javu dalam kehidupan nyata.

Perhatian Anda terbagi

Rupanya, semakin Anda terdistraksi, semakin besar kemungkinan Anda mengalami deja vu.

Orang-orang yang main ponsel sembil berjalan sebenarnya antara sadar dan tidak akan toko dan pejalan kaki yang mereka lewati. Brown mengatakan, “Mungkin sebuah episode deja vu dimulai pada saat seperti itu. Ketika perhatian kembali fokus, mereka mendapatkan persepsi ganda. Mereka dikejutkan oleh rasa familier yang aneh karena sebelumnya memang sudah melihat pemandangan itu beberapa saat sebelumnya, tanpa disadari.”

Hal itu memang pernah terjadi

Terkadang deja vu bisa terjadi karena Anda sebenarnya pernah memiliki pengalaman yang sama di masa lalu namun tidak mengingatnya. Misal, Anda merasa sangat familier dengan suatu tempat yang rasanya belum pernah Anda kunjungi. Ternyata orang tua mengingatkan bahwa Anda pernah ke sana saat masih kecil.

Baca Juga : Fenomena Aneh di Dunia Yang Tak Dapat Dijelaskan

Mata Anda dominan

Ternyata, kebanyakan orang memiliki mata yang lebih dominan. Misal mata kanan lebih dominan dari mata kiri. Dr. Michael Roizen dan Dr. Mehmet Oz dalam Cleveland Plain Dealer menjelaskan, ini dapat berkontribusi pada perasaan deja vu.

“Jika mata yang lebih kuat mengirimkan informasi ke alam bawah sadar sebelum kedua mata terfokus dan mencatat masukan sebagai pengalaman sadar, otak akan memberi tahu Anda, ‘Saya pernah melihat itu sebelumnya.’ Anda memang pernah–tapi baru hitungan nanodetik yang lalu.”

Anda kurang tidur

Lebih sering mengalami deja vu saat kurang tidur adalah sinyal dari otak agar Anda menambah durasi tidur.

Salah satu alasan orang mengalami deja vu adalah karena sesuatu yang disebut ketidakcocokan memori. Menurut laman blog psikolog dan peneliti Akira O’Connor, daerah otak yang berhubungan dengan konflik ingatan mungkin memicu deja vu. O’Connor menggambarkan konflik memori sebagai kesadaran akan ketidaksesuaian dalam sinyal memori yang sedang diperbaiki.

Terlebih lagi, WebMD menjelaskan bahwa, “Tanpa tidur yang nyenyak, otak Anda jadi berkabut, penilaian Anda buruk, dan keterampilan motorik halus terhambat.” Mungkin inilah penyebab Anda lebih sering deja vu saat kurang tidur.

Otak sehat

Terlepas dari soal kejang ringan di otak, deja vu sebenarnya adalah cara otak memberi tahu Anda bahwa otak berfungsi dengan baik.

Saat mengalami deja vu, otak sedang mengecek ulang untuk menentukan apakah perasaan itu memori sungguhan atau bukan. “Mungkin sistem pengecekan umum sedang berkurang, sehingga Anda cenderung tidak menemukan kesalahan memori,” kata O’Connor dinukil New Scientist.

Namun demikian baik tidaknya deja vu sebenarnya masih diperdebatkan terutama bagi orang yang sama sekali tidak mengalami deja vu.

O’Connor berteori, mungkin orang-orang tersebut hanya memiliki ingatan yang lebih baik sehingga tidak perlu mengecek lagi ingatan mereka. Namun, Christopher Moulin di Universitas Pierre Mendes-Prancis di Grenoble, mengatakan, itu tidak merefleksikan sistem ingatan mereka.

Postingan Populer Lainnya