Brunei Darrussalam Kaya Raya Karena Hal Ini

Brunei Darrussalam Kaya Raya Karena Hal Ini

ceritakisahdunia.web.id – Brunei Darussalam adalah salah satu negara kaya raya yang ada di dunia. Negara ini memiliki  wilayah seluar 5.765 km2. Tidak begitu luas, kenapa negara ini bisa menjadi kaya yah.

Brunei Darussalam adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini memiliki wilayah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Borneo dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua negara bagian di Malaysia yaitu Sarawak dan Sabah.

Baca juga : Kenapa Menara Pisa Miring

Saat ini, Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju.

Menurut Dana Moneter Internasional, Brunei memiliki produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Sementara itu, Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas.

Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Baca juga : Kisah Nabi Nuh

Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam menjadi raja yang berkuasa paling lama di dunia setelah Ratu Elizabeth II.

Sultan Hassanal Bolkiah menjadi sultan pada Oktober 1967 setelah ayahnya, Sir Haji Omar Ali Saifuddin turun tahta.

Sultan Hassanal dimahkotai pada Agustus 1968.

Seperti Arab Saudi, kekayaan yang diperoleh keluarga kerajaan ini juga berasal dari industri minyak.

Bahkan, menurut Business Insider, kekayaan Sultan Brunei ini lebih besar daripada kekayaan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Kekayaan Sultan Brunei adalah 20 miliar dolar AS (sekitar Rp286 triliun).

Angka itu lebih tinggi dari kekayaan Raja Salman yang sebesar 17 miliar dolar AS (Rp243 triliun).

Sultan juga tinggal di Istana Nurul Iman yang merupakan istana terbesar di dunia.

Sultan Brunei mendapatkan untung besar dari industri minyak dan gas.

Keberhasilan ekonominya sangat bergantung pada ekspor minyak dan gas, ditambah lagi jumlah penduduk yang sedikit dan harmoni.

Jadi , Negara Brunei kaya itu dari hasil bumi ya teman, Tapi indonesia juga memiliki hasil Bumi yang besar juga ya guys, mari kita belajar dari negara ini. Untuk bisa lebih menjaga kekayaan yang ada dengan kita saat ini ya.

Kisah Nick Vujicic

Kisah Nick Vujicic

ceritakisahdunia.web.id – Datang ke dunia dengan keadaan yang tidak sempurna. Tanpa kedua tangan dan Kaki cuma sekutil. yang di sapa hangat dengan nama Nick Vijicic. keLahir Melbourne, 4 Desember 1982.

Hati orang tua mana yang tidak gundah gulana. Melahirkan dan membesarkan bayi yang baru “ separuh” jadi. Tapi anak adalah titipan Tuhan. Apapun adanya. Separuh atau seutuhnya, harus dibesarkan, meski dengan sejuta pertanyaan tanpa jawab. Begitulah tekad kedua orang tua Nick.

Bertahun-tahun sesudahnya, pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban itu juga berkecamuk di kepala sang anak dan bermimpi semua bisa berubah. Tapi semakin dia berharap, semakin dalam depresi jiwanya. Dan lama-lama itu akan merusak tubuh yang cuma “ separuh” itu. Jalan keluar satu-satunya adalah ikhlas. Terima kenyataan.

Beruntung Nick bisa menerima kenyataan itu. Dan bertekad memulai hidup, meski dari titik minus. Minus kaki. Minus tangan. Susah payah berlatih berjalan. Jatuh berulang kali. Bangun berkali-kali. Belajar merebahkan badan di kasur. Menaruh pantat di kursi. Membaca. Menulis. Agar bisa mandiri.

Dan untuk semua upaya itu, dia tidak hanya didukung kedua orang tua dan dua adiknya yang lahir normal, tapi juga dicurahkan cinta yang luar biasa. “ Pada mulanya sangat sulit bagi mereka. Tetapi mereka melakukan yang terbaik untuk membuat saya mandiri,” kisah Nick tentang dukungan keluarganya itu.

Nick mengisahkan bagaimana sang ayah, menciptakan keberaniannya berenang. “ Ayah meletakkan saya di dalam air pada usia 18 bulan, sehingga memberikan saya keberanian untuk berenang.” Di tempa sang ayah, Nick tumbuh menjadi anak pemberani dan bertekad kuat.

Pada usia 17 tahun, dia membangun organisasi non-profit Life Without Limbs untuk anak-anak penyandang disabilitas. Organisasi ini merupakan komunitas yang saling berbagi pengalaman, harapan, cinta dan sejumlah kiat sederhana menghadapi dunia yang serba susah.

Baca juga :

Meski cuma separuh badan, otak Nick terhitung cemerlang. Dia berhasil lulus dari Griffith University pada usia 21 tahun. Meraih dua gelar pada dua jurusan sekaligus: akuntansi dan perencanaan keuangan.

Pada usia 19 tahun, Nick sudah mulai berbicara di hadapan khayalak ramai. Membagi kisah deritanya. Membagi kiat. Membangunkan mereka yang genap tubuhnya, tapi cuma separuh jiwanya atau semangat yang hampir tamat. Di seluruh dunia, begitu banyak orang, yang menemukan hidup dari kata-kata orang cacat ini.

Berbekal kemampuan membangkitkan semangat itu, Nick sudah diundang ke 54 negara. Sudah bicara di depan tiga juta orang. Dia memberikan motivasi dan inspirasi di hadapan para eksekutif, pegawai kantor, masyarakat umum, para remaja dan anak sekolah.

Kata-katanya sakti. Aksinya juga menghibur. Bicara di depan ratusan anak sekolah, misalnya, Nick harus menaruh tubuhnya di atas meja. Anak-anak yang tekun menyimak itu, terperanjat alang kelapang lantaran Nick tiba-tiba melompat ke lantai. Silahkan membayangkan, separuh badan melompat dari meja. Anak-anak sekolah itu kemudian tertawa sembari berurai air mata, lantaran Nick beraksi sembari berkelakar.

“ Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya,” tegas Nick.

Dia juga telah merampungkan buku pertamanya bertajuk Life Without Limits: Inspiration for a Ridiculously Good Life pada tahun 2010 serta memasarkan video motivasinya yang berjudul ” Life’s Greater Purpose” dan ” No Arms, No Legs, No Worries!”