Paku Yang Tertancap

Paku Yang Tertancap

Paku Yang Tertancap – Ini adalah kisah tentang seorang bapak yang memiliki anak yang memiliki sifat pemarah. Bahkan untuk hal-hal sepele, si anak mudah sekali terpancing amarahnya, tidak memandang tempat, waktu dan kepada setiap orang. Sang anak tidak lagi memiliki teman, tetangga mereka banyak yang mengeluh akan sifat anak tersebut.

Sang ayah sangat mengkhawatirkan sifat sang anak yang kian hari semakin bertambah mudah marah, dan terus berpikir bagaimana cara mengubah sifat buruk anaknya tersebut.

Suatu malam, sang ayah berbicara berdua dengan anaknya. Ia meminta anaknya untuk berjanji mau melakukan sesuatu untuknya. Setelah membujuk dan meminta dengan sangat sulit, akhirnya sang anak bersedia mengikuti keinginan sang ayah.

Inilah permintaan sang ayah : Setiap kali anaknya marah, ia harus mengambil paku dan menancapkannya ke sebuat papan di belakang rumah mereka.

Keesokan hari, sang anak mulai melakukan permintaan ayahnya. Ia menancapkan paku setiap kali ia marah. Banyak sekali paku yang tertancap. Ayah dan sang anak kaget, menyadari jumlah paku yang tertancap berarti sebegitu seringnya sang anak marah.

Esok harinya sang anak mencoba menahan kemarahan, tetapi masih belum berkurang.
Hari demi hari berlalu, sang anak belajar menahan kemarahan untuk dapat mengurangi jumlah paku yang tertancap di papan. Bukan hal yang mudah bagi si anak, tetapi ia berusaha untuk mengurangi jumlah paku yang tertancap.

Suatu hari, sang anak berhasil menahan amarahnya, hari itu tidak ada satu pun paku yang harus ditancapkan olehnya. Dengan gembira sang anak berlari dan menceritakan hal tersebut kepada ayahnya. Bukannya pujian yang didapat, sang ayah malah memberi satu lagi permintaan. Hampir saja sang anak meledak amarahnya, karena kecewa ayahnya tidak merasa senang. Tetapi ia berhasil menahan amarahnya, karena tidak ingin merusak kegembiraannya karena hari itu tidak ada paku yang ditancapkannya.

Inilah permintaan kedua sang ayah : Setiap kali sang anak merasa gembira, maka sang anak harus mencabut paku yang ditancapkannya itu.

Sang anak mulai melakukan permintaan ayahnya. Perlahan-lahan paku-paku yang tadinya tertancap di papan pun dicabuti satu demi satu, seiring dengan kegembiraan dan kebahagiaan yang dirasakan si anak.

Akhirnya semua paku berhasil dicabut.

Dengan gembira sang anak menceritakan kepada ayahnya bahwa sudah tidak ada lagi paku yang tertancap di papan. Kali ini ayahnya memeluknya dengan air mata berkaca-kaca, dan berkata kepada sang anak,

Baca Juga :

“Masih ingatkah kamu ketika dulu sering marah, berapa banyak paku yang tertancap di papan di belakang rumah kita ?”

Sang anak mengangguk.

“Sekarang paku-paku itu sudah tidak ada lagi pada papan itu, karena kamu tidak lagi marah dan berubah menjadi anak yang gembira. Sekarang, apa yang kamu lihat pada papan itu ?” kata ayahnya meminta anaknya untuk melihat papan yang sudah tidak ada pakunya lagi itu.

“Banyak lubang bekas paku di papan itu,” kata sang anak.

“Betul, anakku. Ada begitu banyak lubang yang masih tersisa di papan itu, meski pakunya sudah tidak ada lagi. Demikian jugalah yang terjadi ketika kamu marah, kamu melukai hati orang lain. Meski kemudian kamu menyesali perbuatanmu itu dan meminta maaf, bekas luka hati itu tidak akan pernah kamu hapus sepanjang hidupnya. Mungkin luka itu sudah tidak lagi perih, itu tandanya ia memaafkanmu. Tetapi bekasnya tetap tersisa. Karenanya, jagalah kata-katamu, jagalah sikapmu agar tidak melukai perasaan hati orang lain. “

Kesimpulan :

Setiap orang dapat dengan mudah menjadi marah. Tetapi marah kepada orang yang tepat, dengan tingkat kemarahan yang sesuai, pada waktu yang tepat dan dengan tujuan yang benar dan dengan cara yang sesuai, tidak semua orang dapat melakukannya dengan mudah

Walaupun di Padang Gurun Tetesan Air Akan selalu Ada

Walaupun di Padang Gurun Tetesan Air Akan selalu Ada

ceritakisahdunia.web.id – Di sebuah kota kecil terdapat Pasar malam dan Penduduk selalu menyambutnya dengan antusias. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan disana. Dan Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal.

Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : “Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. “Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Baca juga :

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan “ting!” setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” jawab wanita itu.

Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku. Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir.

Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku.

Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

Cerita Kentang, Telur, dan Biji Kopi

Cerita Kentang, Telur, dan Biji Kopi

ceritakisahdunia.web.id – Di suatu hari, seorang anak Laki – Laki yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya sangatlah sengsara dan bahwa dia tidak tahu bagaimana dia bisa berhasil di kemudian hari.

Dia lelah berjuang dan berjuang sepanjang waktu.Tampaknya hanya salah satu dari masalahnya yang dapat ia selesaikan, kemudian masalah yang lainnya segera menyusul untuk dapat diselesaikan.

Ayahnya yang juga seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api yang besar. Setelah tiga panci tersebut mulai mendidih, ia memasukkan beberapa kentang ke dalam sebuah panci, beberapa telur di panci kedua, dan beberapa biji kopi di panci ketiga.

Kemudian ia duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor agar mendidih, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada putrinya. Putrinya mengeluh dan tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang telah ayahnya lakukan.

Setelah dua puluh menit, ia mematikan kompor tersebut. Ia mengambil kentang dari panci dan menempatkannya ke dalam mangkuk. Ia mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk.

Kemudian ia menyendok kopi dan meletakkannya ke dalam cangkir. Lalu ia beralih menatap putrinya dan bertanya, “Nak, apa yang kamu lihat?”

Kentang, telur, dan kopi,” putrinya buru-buru menjawabnya.

“Lihatlah lebih dekat, dan sentuh kentang ini”, kata sang ayah. Putrinya melakukan apa yang diminta oleh ayahnya dan mencatat di dalam otaknya bahwa kentang itu lembut. Kemudian sang ayah memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapatkan sebuah telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi. Aroma kopi yang kaya membuatnya tersenyum.

Baca juga :

“Ayah, apa artinya semua ini?” Tanyanya.

Kemudian sang ayah menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi masing-masing telah menghadapi kesulitan yang sama, yaitu air mendidih.

Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Kentang itu kuat dan keras. Namun ketika dimasukkan ke dalam air mendidih, ketang tersebut menjadi lunak dan lemah.

Telur yang rapuh, dengan kulit luar tipis melindungi bagian dalam telur yang cair sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Sampai akhirnya bagian dalam telur menjadi keras.

Namun, biji kopi tanah yang paling unik. Setelah biji kopi terkena air mendidih, biji kopi mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.

“Kamu termasuk yang mana, nak?” tanya sang ayah kepada putrinya.

“Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana caramu dalam menghadapinya? Apakah kamu adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?”

Pesan Moral : Dalam hidup ini, Banyak sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal-hal yang terjadi pada kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita.

Jadi, manakah diri anda? Apakah anda adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?

Cerita Perawat Yang Mengagalkan Warga Bunuh Diri

Cerita Perawat Yang Mengagalkan Warga Bunuh Diri

ceritakisahdunia.web.id – dalam situasi berbahaya dan mencekam sekalipun, seorang perawat dituntut untuk selalu tenang. Seperti yang dilakukan oleh perawat di daerah Papua Barat, yang di panggil Novita Gorbay, Amd.Kep saat didatangi keluarga yang begitu panik dan khawatir dengan keadaannya anaknya.

“Ada waktu itu keluarga yang datang ke klinik saya mereka dengan tergesa-gesa dan sangat panik. Saya pun memberi tahu keluarganya untuk selalu tenang. Kasusnya ini ada wanita mau bunuh diri, saat itu dia keracunan sejenis obat pemutih pakaian.

Wanita yang akrab disapa Novi ini menduga bahwa yang dihadapinya sedang ada masalah sehingga begitu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Ia pun mengatakan bahwa keluarga juga ternyata berperan sangat penting dalam sebuah kasus seperti ini. Bila saja keluarga wanita satu ini terlambat mengetahui, mungkin saja nyawa wanita tersebut juga tidak bisa tertolong.

Baca juga :

“Saat dia coba mau bunuh diri itu keluarganya bilang dia kunci kamar mandi. Ya untung saja ketahuan ‘kan sama keluarganya. Kemudian keluarganya langsung buru-buru bawa dia datang ke saya. Setibanya di sini (klinik) langsung saya beri penanganan secepat mungkin. Segera memberi dia pertolongan pertama sesuai prosedur dan memberinya obat,” ujar Novi.

Setelah Novi berhasil menangani wanita yang mengalami keracunan tersebut. Ia begitu merasa sangat bersyukur karena dapat menyelamatkan hidup seseorang.

“Setelah dia sudah pulih dan sehat kembali, saya langsung beri dia arahan bahwa hal yang dia lakukan itu sangat bahaya. Pokoknya saya beri dia nasihat. ‘Besok-besok kalau kamu minum racun lagi, saya gak mau kasih obat ya,’ akhirnya wanita tersebut saat ini sudah jera dan katanya takut untuk melakukan hal tersebut,” pungkas Novi sambil tersenyum kepada.

Kisah Bertahan Hidup Paling Menyedihkan

Kisah Bertahan Hidup Paling Menyedihkan Di Dunia

ceritakisahdunia.web.id – Semua mahluk hidup di muka bumi ini pasti mempunyai naluri untuk bertahan hidup jika dirinya sedang dalam keadaan terancam,tidak peduli itu hewan ataupun manusia.naluri bertahan hidup mendorong mereka untuk hidup walaupun dalam kondisi yang sangat keras,seperti yang terjadi pada kisah manusia yang bertahan hidup yang berhasil kami rangkum di bawah ini.

Harrison Okene

Harrison Okene photo

Menjadi satu-satunya orang yang selamat dari kapal Jackson 4,harrison Okene adalah juru masak kapal.dia berada di kamar mandi ketika kejadian kapal itu terbalik.jackson 4 terbalik di kedalaman 100 kaki dengan 11 awak kapal yang tewas.Terperangkap dikantong udara dengan satu botol coke dan 2 senter yang ditemukan,Okene berdoa kepada Tuhan selama ia bertahan 60 jam.

Dia menggambarkan sekitarnya hitam dan bising ketika kapal itu mulai tenggelam,Okene sadar akan suara keras saat laut membunuh rekan-rekannya.Hampir 3 hari kemudian,satu tim penyelamat dikirim untuk mencari jasad yang ada di kapal.Okene mendengar suara palu dari jauh.dia melompat kedalam air yang membeku dan berusaha mendapatkan perhatian dari penyelam-penyelam itu.pria malang itu menyentuh bagian belakang kepalanya dan melambaikan tangannya di depan kamera.

Penyelam yang melihat Okene langsung memberikan sinyal bahwa ia menemukan seseorang yang selamat.mereka memasang helm dan baju selam padanya.kemudian menggunakan air panas untuk menghangatkannya dan menempelkan masker oksigen kepadanya.

Okene harus tetap dalam ruangan Dekompresi selama 60 jam sebelum mereka membawanya ke permukaan.Beberapa orang Nigeria percaya dia menyelamatkan dirinya sendiri dengan menggunakan sihir hitam.Sekarang Okene telah bersumpah bahwa tidak akan pernah kembali kelaut dan mencari pekerjaan juru masak di darat,hari-harinya selalu di hantui perasaan bersalah pada rekan-rekannya yang tewas di kapal itu.

Juliane Koepcke

Kisah Bertahan Hidup Paling Menyedihkan Di Dunia

Juliane yang saat itu berumur 17 tahun selamat setelah 2 mil jatuh kedalam hutan hujan pada malam natal 1971.Dia adalah yang satu-satunya selamat dari penerbangannya,sebuah pesawat penumpang dengan tujuan ke Pucallpa.semua baik baik saja sampai ketika pesawat itu disambar petir.pesawat itu menukik dan jatuh ke dalam hutan hujan amazon.Juliane jatuh bebas,terikat di tempat duduknya,dan keesokan harinya terbangun, sendirian.Dia mengenakan gaun mini,satu sepatu saja,satunya lagi hilang.

Tulang selangkanya patah,beberapa luka dalam,dan mengalami gegar otak.Juliane telah banyak belajar bagaimana caranya hidup di hutan hujan,semua ini karena sebelumnya dia menghabiskan 2 tahun bersama orang tuanya hidup di stasiun penelitian mereka.dan untung saja pengalaman ini sangat berguna disaat dia mendapatkan musibah ini.

Juliane tidak mempunyai perbekalan apapun hanya sekantong permen yang perlahan mulai habis.menurut pengalaman yang dia dapat,juliane tahu dia harus berjalan di dalam air,agar dirinya aman.Hutan hujan sangat panas di siang hari dan dingin yang menusuk tulang dimalam hari,serta hujan turun beberapa kali dalam sehari.

pada hari kesepuluh,dia tidak mempercayai matanya ketika menemukan sebuah perahu dan jalan setapak menuju tempat dia berlindung.dia memiliki luka ditangan yang perlahan dipenuhi belatung,kemudian juliane mencari bensin di perahu itu untuk disiramkan ke lengannya agar bersih dari belatung tersebut.dia menunggu di kapal,berharap pemilik perahu datang.

Keesokan harinya pemilik perahu itu benar datang,dia berbicara kepada mereka dalam bahasa Spanyol dan menjelaskan apa yang terjadi.mereka sangat terkejut sekali,seorang gadis bisa bertahan hidup di hutan hujan amazon yang sangat terkenal ganas sekali,lalu mereka menolongnya dan membawa juliane ke kota untuk diobati.

Baca juga:

 

 

Simon Yates dan Joe Simpson

Pada tahun 1985,di Peruvian Andes,Simon Yates 21 tahun dan rekannya Joe Simpson 25 tahun,adalah dua orang pemuda yang mempunyai hobi mendaki.saat mereka sedang turun,Simpson mematahkan kakinya,dan dia menjadi panik berhalusinasi dengan berteriak teriak bahwa mereka akan segera mati.dan percaya bahwa mereka sedang dalam hukuman mati.

Menggantung di udara dengan tali terikat pada yates,dia berusaha menurunkan rekannya mendaki menuruni lereng gunung selama berjam-jam.karena beban berat dari keduanya mmebuat tali itu lepas dan membuat mereka berdua jatuh kedalam goa yang bersalju.meski jatuh dan terluka parah, namun mereka berdua selamat.

Dengan kaki patah dan persediaan makanan yang menipis,keadaan saat itu sangat menyedihkan.Simpson dan Yates akhirnya merangkak dan tertatih-tatih kembali ke perkemahan.

akhirnya mereka berdua selamat dari cobaan dan rintangan dengan selamat.

 

1 2 3