Orang Paling Kejam Sepanjang Sejarah

Orang Paling Kejam Sepanjang Sejarah

Ceritakisahdunia.web.id – Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki hati nurani moral. Ini menjadi penghalang yang mencegah orang kehilangan kendali dan menjadi lebih kejam daripada hewan liar. Namun dalam kenyataannya ada beberapa tokoh yang sangat kejam dalam sejarah manusia. Menyiksa, memanipulasi, dan membunuh satu sama lain telah menjadi kesenangan mereka sendiri.

Vlad The Impaler
Vlad III atau Vlad Ţepeş “Dracula” atau yang lebih dikenal dengan julukan Vlad the Impaler, adalah penguasa Wallachia (sekarang bagian dari Romania) pada abad ke-15 yang terkenal karena penyiksaan, mutilasi, dan pembunuhan massal terhadap pasukan Utsmani. Kemampuan militer Vlad memang patut diacungi jempol. Tetapi kekejaman dan kegemarannya dalam melakukan eksekusi dengan cara yang kejam menekankan reputasinya sebagai salah satu pemimpin paling berdarah dingin dalam sejarah.

Dari sekian banyak metode penyiksaannya, penyulaan selalu menjadi pilihan utama baginya. Vlad diduga pernah menyula 20.000 orang di tepi Sungai Danube. Tentara Utsmani pun sampai mundur setelah melihat “hutan” mayat tersebut. Menurut beberapa laporan, Vlad makan dengan santai di antara ribuan mayat yang tertusuk, dan mencelupkan rotinya ke dalam darah korbannya.

Rasputin
Sebagian besar kehidupan Grigori Rasputin memang diselimuti oleh mitos, tetapi sejarah melihat sang “biksu gila” sebagai penyebab kekacauan yang nanti akan dialami oleh Rusia. Rasputin memulai karirnya sebagai orang suci yang menyebarkan doktrin bahwa keselamatan sejati hanya bisa didapat melalui kesenangan dalam dosa. Rasputin memiliki daya tarik sebagai seorang penipu, dan dilaporkan sangat senang saat mempermalukan wanita bangsawan dengan membuat mereka menjilati jari-jarinya setelah mencelupkannya ke dalam sup. Dia dituduh telah memperkosa seorang biarawati dan memakai wanita prostitusi saat memberi nasihat pada Tsarina di siang bolong.

Khawatir Rasputin akan mengarahkan Rusia menuju bencana, pada tahun 1916 sekelompok konspirator aristokrat meracuni dia dengan sianida. Ketika sianida gagal, para pria dilaporkan menembaknya beberapa kali dan kemudian memukulinya sebelum membuang tubuhnya ke Sungai Neva. Kematian Rasputin sepertinya terlambat untuk menyelamatkan keluarga kerajaan dari bencana yang akan terjadi. Tsar Nikolai II, Tsarina dan lima anaknya dibunuh pada tahun 1918 selama Revolusi Bolshevik berlangsung.

H.H. Holmes
Terlahir sebagai Herman W. Mudgett, pembunuh berantai terkenal H.H. Holmes menghabiskan awal karirnya sebagai penipu asuransi sebelum pindah ke Illinois pada tahun 1893. Di sanalah Holmes membangun apa yang disebutnya sebagai “kastil” – sebuah penginapan tingkat tiga yang dia ubah menjadi tempat penyiksaan yang mengerikan. Beberapa kamar dilengkapi dengan lubang intip tersembunyi, saluran gas, pintu perangkap dan lapisan kedap suara, sementara yang lain menampilkan lorong-lorong rahasia dan tangga yang mengarah ke jalan buntu. Ada juga parasut berpelumas yang mengarah ke ruang bawah tanah, tempat Holmes memasang meja bedah, tungku, dan bahkan rak abad pertengahan.

Baik sebelum dan selama Pekan Raya Sedunia, Holmes mengarahkan banyak korban (kebanyakan wanita muda) ke sarangnya untuk membuat mereka sesak napas dengan gas beracun, dan membawa mereka ke ruang bawah tanah untuk eksperimen-eksperimen mengerikan. Dia kemudian membuang mayatnya di tungku atau mengulitinya dan menjual kerangkanya ke sekolah kedokteran. Holmes akhirnya dihukum karena pembunuhan empat orang, tetapi dia mengakui setidaknya 27 pembunuhan sebelum digantung pada tahun 1896. “Kastil Horor Holmes” kemudian diubah menjadi museum, tetapi bangunannya terbakar sebelum sempat dibuka.

Baca juga : Eksperimen Gila Yang Pernah Dilakukan Manusia

Elizabeth Báthory
Sering disebut “Bloody Countess,” Elizabeth Báthory adalah seorang wanita bangsawan Hongaria yang secara luas dianggap sebagai pembunuh berantai wanita paling gila dalam sejarah.Sepanjang akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, Báthory dilaporkan memikat para petani muda ke istananya dengan janji pekerjaan bergaji tinggi sebagai pelayan. Setelah terjebak di kastilnya, para korban ini mengalami siksaan yang tak dapat digambarkan. Beberapa dipukuli atau ditusuk dengan jarum, sementara yang lain ditelanjangi dan dibiarkan membeku di salju. Menurut laporan, Báthory bahkan mandi dengan darah dari korbannya, dan percaya bahwa itu akan membuat kulitnya bersinar dan awet muda. Báthory diduga membantai sebanyak 80 gadis petani — meskipun jumlahnya mungkin mencapai 600.Dia akhirnya dihentikan saat mulai megincar gadis bangsawan. Pada tahun 1611, dia dikurung di dalam kastilnya sendiri dengan sedikit makanan. Dia pun mati empat tahun setelahnya. Sejak saat itu beberapa sejarawan berpendapat bahwa Báthory dijebak oleh musuh politiknya. Bersama dengan Vlad the Impaler, ia dikatakan sebagai salah satu pengaruh historis di balik novel milik Bram Stoker, Dracula.

Postingan Populer Lainnya