Kisah Suram Dibalik Cerita Beauty and The Beast

Kisah Suram Dibalik Cerita Beauty and The Beast

Ceritakisahdunia.web.id – Tentunya bagi orang-orang yang menyukai film-film Disney, kisah Beauty and the Beast pasti masuk ke dalam salah satu kisah romantis yang tak bisa dilupakan. Ada kisah romantis tentang seorang wanita dengan seorang pria yang memiliki penampilan yang menakutkan. Beauty and the Beast Versi Disney memang sangat bagus sehingga berhasil menjadi film animasi pertama yang dinominasikan untuk Academy Award untuk Film Terbaik.

Namun ternyata ada bukti yang menunjukkan kalau kisah ini didasarkan pada hubungan di kehidupan nyata antara Petrus dan Catherine Gonsalvus. Pada tahun 1500-an, Catherine yang memiliki paras cantik dan Petrus yang memiliki fisik yang menakutkan dan berbulu, menikah. Lalu bagaimana ya fakta sebenarnya?

1. Pedro adalah nama asli dari Petrus
Pedro Gonzales dilahirkan di Tenerife pada tahun 1537. Menurut Portraits of Human Monsters in the Renaissance, Spanyol menaklukkan Kepulauan Canary pada tahun 1495. Banyak penduduk asli yang bernama Guanches dipaksa menjadi budak. Ketika Pedro terlahir dengan tubuh yang dipenuhi rambut, ia pun harus dijauhi dan ditinggalkan.

Namun di saat usianya beranjak 10 tahun, duta besar Venesia untuk Spanyol memberikan anak itu kepada raja Prancis yang baru sebagai hadiah, yakni Henri II. Walaupun terdengar aneh, namun kedatangan Pedro dianggap tidak biasa dan banyak yang memujinya keren. Memiliki anak berbulu banyak membuat Henri makin terkenal.

Dengan semua itu, tidak berarti kalau kehidupan baru Pedro berjalan dengan baik. Ranker mengatakan karena rambutnya itu, Pedro dianggap seperti “manusia liar”, dan tak sedikit yang menyamakannya seperti binatang.

Dilansir dari Smithsonian, anak itu ditempatkan di dalam sebuah ruangan dan hanya diberi makan daging mentah dan makanan hewan. Para dokter raja memeriksa Pedro untuk melihat seberapa liar dirinya. Tapi bocah itu hanya seorang anak yang kalem dan perlakuan buruk dari banyak orang membuatnya takut. Raja mengubah namanya ke versi Latin yakni Petrus Gonsalvus.

2. Menderita sindrom Ambras
Sebenarnya, Petrus menderita semacam hipertrikosis dengan tingkat yang ekstrem, di mana rambut tebal dan bulu-bulu halus menutupi setiap bagian tubuh kecuali telapak tangan, telapak kaki, dan selaput lendir, seperti yang dijelaskan oleh Genetic and Rare Diseases Information Center. Atau yang disebut sebagai “sindrom werewolf,” nama aslinya adalah sindrom Ambras.

Sindrom ini diperkirakan hanya diderita satu dari miliar orang, hanya ada sekitar 50 hingga 100 kasus yang tercatat sejak Abad Pertengahan. Setiap kali orang dengan sindrom ini lahir, pasti selalu menjadi berita besar. Pengidap sindrom ini terkadang harus berakhir dalam pertunjukan sirkus dengan nama samaran “pria berwajah anjing” atau “wanita berjanggut.”

3. Petrus adalah anak yang cerdas
Perlakuan buruk yang pernah diterima Petrus justru berakhir dengan cukup baik. Dia tidak lagi dianggap sebagai seorang budak pada umumnya, tetapi sebagai komoditas berharga yang memberikan kehormatan kepada pemiliknya. Ya, itu karena raja Henri merawatnya. Hushed Up History mengatakan ketika Henri sudah terurus dengan baik, dia memutuskan untuk melakukan eksperimen.

Menurut History Collection, semenjak raja membebaskan Petrus dari keterasingannya, Petrus mulai dirawat dengan baik, diberikan pakaian mahal, dan yang terpenting ia diajari mata pelajaran seperti para bangsawan yang lainnya. Pendidikan itu meliputi pelatihan militer, etika, pidato, membaca, dan menulis. Dia ternyata sangat cerdas dan fasih dalam tiga bahasa, termasuk bahasa Latin, hingga dia tak lagi dipandang sebelah mata bahkan di kalangan punggawa Perancis. Karena kecerdasannya itu, pejabat tinggi kerajaan dan duta besar berbondong-bondong untuk menemuinya.

Nama Raja Henri semakin harum di kalangan banyak orang. Hingga akhirnya Petrus naik pangkat dan menduduki tempat terhormat di antara para pelayan raja.

4. Kematian Raja Henri II
Selama Henri naik tahta, Petrus memiliki pelindung kerajaan. Perlindungan dan posisinya terjamin karena raja menyetujuinya. Namun Petrus sangat terpukul ketika Raja Henri tiba-tiba meninggal.

Dikutip dari History Today, pada bulan Juni 1559, Perancis dan Spanyol menandatangani perjanjian damai dan untuk merayakannya, Raja mengadakan turnamen jousting besar-besaran. Istri Henri, Catherine de ‘Medici, membujuknya untuk tidak berpartisipasi dalam turnamen tersebut, tetapi Henri bersikeras. Dalam turnamen itu, raja pun dikalahkan oleh Pangeran Montgomery. Karena kekalahannya itu, Henri memaksa untuk melakukan pertandingan ulang, namun berakhir buruk. Tombak lawannya mengenai helmnya, dan fatalnya sempat menembus mata Henri dan menembus ke otaknya. Lebih dari seminggu sebelum meninggal, Henri mengalami koma karena sepsis di usia 40 tahun.

5. Ratu mencarikan wanita untuk Petrus
Ratu Catherine mencarikannya istri. History Today mengatakan kalau Catherine menjadi mak comblang untuk Petrus. Ratu menemui hampir selusin gadis demi mencarikan Petrus jodoh.

Menurut Hushed Up History, sang ratu akhirnya memilih putri seorang pelayan, yang juga bernama Catherine. Gadis itu dipilih karena dia sangat cantik, dan Ratu Catherine ingin melihat apa yang akan terjadi ketika seorang wanita cantik menikah dengan pria berbulu. Catherine pun tidak punya hak untuk menolak pernikahan yang diatur ratu, namun karena ia berasal dari keluarga berlatar belakang serba kekurangan, dia pun akhirnya menerimanya.

6. Nasib empat anak yang terlahir seperti Petrus
Setelah setahun menikah, mereka dikaruniai anak pertama. Dan anak pertama mereka pun lahir dengan kondisi normal, tidak seperti ayahnya. Begitu juga dengan anak keduanya. Tapi bayi ketiga mereka berbulu seperti ayahnya. Catherine dan Petrus memiliki tujuh anak, empat dari mereka ditutupi rambut persis seperti ayahnya.

History Collection mencatat bahwa 4 anaknya dibesarkan sebagai bangsawan, menjalani kehidupan mewah dengan pendidikan bertaraf tinggi, diberi makanan yang berkecukupan, pakaian mahal, dokter terbaik, dan rumah yang indah, namun sayangnya mereka tidak bebas seperti anak-anak lain.

Anak-anak berambut lebat itu diberikan ke pengadilan di Eropa sebagai hadiah. Mereka bernama Francesca, Antoinetta, Madelina, dan Enrico semua diperlakukan dengan baik di rumah baru mereka. Tiga anak yang lainnya, ikut dengan ibu mereka. Tiga anak yang terlahir normal bahkan tidak diizinkan berada dalam potret keluarga, dan tidak ada gambar mereka yang ditemukan hari ini.

Baca Juga : Beberapa Pasar Paling Aneh di Dunia

7. Kematian ratu Catherine de ‘Medici mempengaruhi keluarga Petrus
Selama ini Petrus dan keluarga bergantung penuh pada Catherine de ‘Medici setelah Raja Henri II meninggal dunia. Namun ketika Ratu Catherine meninggal pada 1589, Petrus dan keluarganya terpaksa harus berdiri sendiri demi bertahan hidup.

Menurut Portraits of Human Monsters in the Renaissance, keluarga Petrus harus mengandalkan kelainan mereka agar bisa “diperlihatkan, diadopsi, atau diterima” di pengadilan di luar Perancis karena itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup. Setelah kematian Ratu Catherine, mereka bepergian ke Bologna, Parma, Ferrara, dan Roma agar anggota keluarga yang berambut dan berbulu lebat dipandang sebagai bentuk kesenangan dan “dieksploitasi untuk hiburan banyak orang.”

8. Keberadaan mereka yang tak diketahui
Terlepas dari semua hal yang kita ketahui tentang kehidupan awal Petrus dan apa yang terjadi pada keluarganya setelah mereka meninggalkan Prancis, akhirnya mereka menghilang dari catatan sejarah. History vs. Hollywood melaporkan bahwa setelah berkeliling Eropa selama bertahun-tahun, anggota keluarga yang tersisa menetap di Parma, Italia, tempat mereka dipekerjakan atau dimiliki oleh Duke Ranuccio Farnese. Menurut Hushed Up History, Petrus ditugaskan di sebuah perkebunan di desa Capodimonte, dimana ia mengurus kebun anggur.

The Human Marvels mengatakan kalau salah satu anak perempuan Petrus yang berbulu telah menikah dan memiliki anak. Ada bukti juga yang menyatakan bahwa Catherine meninggal pada tahun 1623. Namun kematian Petrus tidak diketahui. Dan kuburan Catherine dan Petrus pun tidak pernah ditemukan.

Banyak orang yang masih bertanya-tanya apakah Catherine dan Petrus benar-benar jatuh cinta. Salah satu bentuk kasih sayang mereka hanya bisa dilihat dalam foto mereka, di mana Catherine meletakkan tangannya di pundak Petrus. History Collection menjelaskan kalau tindakan tersebut adalah bentuk sikap yang disarankan oleh para pelukis untuk menunjukkan kasih sayang yang tulus antara suami dan istri, jadi mungkin saja jika hubungan mereka pantas untuk Beauty and the Beast.

Postingan Populer Lainnya