Festival Yulin, Tradisi Makan Anjing dan Kucing

Festival Yulin, Tradisi Makan Anjing dan Kucing

ceritakisahdunia.web.id – Yulin adalah sebuah kota di China yang mengadakan Festival makan Anjing dan Kucing setiap tahunnya. Meski mengalami banyak kecaman, tapi bagi masyarakat lokal itu adalah sebuah tradisi dan tetap melakukannya.

Festival tersebut dirayakan secara tahunan di Yulin, Guangxi, China, saat titik balik musim panas pada bulan Juni, memakan daging anjing dan kucing. Kegiatan ini dipercaya dapat menghalau hawa panas saat musim panas. Sekitar 10,000 sampai 15,000 anjing dimakan selama sepuluh hari perayaan tersebut.

Menurut leluhur China, tradisi makan daging anjing dan kucing ini dinilai bagus untuk kesehatan dan membawa keberuntungan. Pada tahun ini, Festivel Yulin digelar pada tanggal 22 Juni, tepat pada musim panas. Lebih dari 10.000 anjing dan kucing akan dibakar dan dijual bebas di seluruh wilayah China.

Baca juga : 5 Kasus Teleportasi yang Menakjubkan

Memang, daging anjing dan kucing secara umum bebas disantap oleh warga China, namun semua itu boleh dikonsumsi asalkan dari peternakan bersertifikat. Tapi, dalam Festival Yulin ini, tidak diketahui dari mana anjing-anjing tersebut berasal, bisa jadi para pedagang mencuri anjing yang terlepas milik orang lain.

Dari pantauan Assosiated Press, tiap tahun ada sebuah truk berisi sekitar seribu anjing di dalam satu kandang kecil. Mereka yang nantinya akan dikuliti dan dimasak oleh para pedagang.

Anjing-anjing tersebut berasal dari berbagai ras. Si sopit truk bercerita, anjing itu diambil dari Sichuan, 800 mil jauhnya dari Yulin.

Perayaan makan anjing besar-besaran ini rupanya baru berjalan sekitar 25 tahun, tepatnya pada 1990. Cara mereka membunuh anjing-anjing ini juga amat sadis. Beragam cara mereka membunuh anjing untuk perayaan ini, namun semuanya dilakukan secara sadis. Ada yang lehernya dijepit dan kemudian si anjing digantung hingga mati, ada juga yang langsung direbus hidup-hidup.

Tentu saja perayaan ini membuat para pecinta hewan marah. Banyak dari mereka yang mengecam dan mengancam akan menuntut jika perayaan ini masih terus dilakukan. Dari sosial media, banyak sekali kecaman yang datang untuk menghentikan perayaan sadis ini. Namun, kecaman itu tak hanya berasal dari luar China, bahkan dari dalam China pun warganya ada yang tidak setuju dengan perayaan di daerah Yulin ini.

“Saya datang ke Yulin untuk melakukan kampanye melawan perayaan tersebut. Saya rasa perayaan itu bisa jadi besar seperti ini lantaran dijadikan lahan bisnis para pedagang,” ujar Xing Hai, seperti dilansir dari Daily Mail.

Seorang wanita, bernama Yang Xiaoyun rela menempuh perjalanan 1.652 mil untuk menyelamatkan para anjing tersebut. Yang memang seorang pecinta anjing. Ibu ini bahkan menawarkan tempat tinggal bagi para anjing-anjing yang terlantar. Yang yang berusia 65 tahun itu setiap tahun menyelamatkan sekitar 360 anjing di Yulin sebelum perayaan tersebut berlangsung.

Menurut Yang, anjing juga makhluk hidup yang pantas menjalani kehidupan bebas. Yang merupakan seorang pensiunan guru yang mendapat pesangon sebesar Rp 106 juta. Uang itu yang kemudian digunakannya untuk menghidupi ribuan anjing yang ditampungnya di Tinajin, daerah asalnya.

Menurut para pecinta hewan, seharusnya pemerintah China membuat peraturan mengenai perayaan ini. Pasalnya, hewan-hewan di China tidak dilindungi dalam undang-undang.

Postingan Populer Lainnya